JawaPos.com - Polisi menerjunkan satu unit kendaraan taktis (rantis) milik Brimob untuk mempercepat proses pembersihan puing-puing besi pascaledakan maut di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (15/10).
Langkah ini diambil guna mengatasi robohan pagar besi berukuran besar yang menyulitkan tim penyidik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pengerjaan di lokasi difokuskan pada pembersihan reruntuhan bangunan serta evakuasi kendaraan warga dan pedagang yang terdampak.
Sebuah mobil pikap telah bolak-balik mengangkut sejumlah sepeda motor yang mengalami kerusakan parah akibat hantaman ledakan.
Baca Juga: Menko AHY Ungkap Dampak El Nino Bikin 36 Persen Bendungan di Jawa Defisit Air
Proses penyisiran dan pembersihan oleh tim ahli bersama aparat kepolisian terus dilakukan. Petugas memastikan seluruh area benar-benar aman dari potensi bahaya susulan sebelum nantinya area pasar dibuka kembali untuk aktivitas masyarakat.
Insiden ledakan yang terjadi pada Rabu (14/10) sekira pukul 18.15 WIB tersebut menyebabkan kerusakan fatal pada struktur bangunan, khususnya bagian atap dan tiang pondasi toko.
Selain memicu kerugian material, peristiwa ini mencatatkan total 13 orang korban. Dengan rincian, 2 orang meninggal dunia dan 11 korban masih menjalani perawatan intensif di tiga rumah sakit berbeda.
Puslabfor Polri Temukan Tabung Gas Etilen 50 Kg
Sementara itu, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting dari dalam lokasi ledakan.
Salah satunya adalah sebuah tabung gas khusus yang biasa digunakan dalam proses pemeraman atau pematangan buah.
Kabidbalmetfor Puslabfor Polri, AKBP Zakaria Sembiring, mengonfirmasi langsung temuan signifikan tersebut saat berada di lokasi kejadian.
"Hari ini kami menemukan beberapa temuan di lokasi ledakan. Yang pertama, kita menemukan ada sebuah tabung, tabung gas 50 kg gas etilena," ujar Zakaria, Kamis (15/10).
Selain tabung berukuran jumbo itu, tim forensik menyita potongan selang penyalur gas ke dalam ruang refinery, serta sisa-sisa komponen mesin yang hancur berkeping-keping akibat tekanan ledakan yang dahsyat.
"Kemudian kita juga menemukan ada sebuah dinamo. Dinamo itu kemungkinan dari fan yang sudah terpecah dan rusak di situ," lanjutnya.
Baca Juga: Serangan Rudal Houthi Ancam Bandara, Singapura Peringatkan Warganya Tak Bepergian ke Arab Saudi
Berdasarkan analisis spasial dan pemetaan sebaran kerusakan di TKP, Zakaria menegaskan bahwa titik awal kemunculan ledakan terkonfirmasi berasal dari dalam area pemeraman pisang.
"Penyebab pastinya nanti kami akan selidiki lagi, apakah memang dari alat-alat ini. Tapi yang jelas, temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa posko (pusat) ledakannya berada di dalam suatu ruangan, yaitu ruangan refinery untuk mematangkan buah pisang," tegas Zakaria.
Mengenai legalitas operasional, Puslabfor memastikan seluruh peralatan dan instalasi penunjang pematangan buah yang ditemukan di TKP berstatus legal serta umum digunakan oleh para pelaku usaha buah-buahan.
Uji Laboratorium Ditujukan untuk Cari Pemicu Api
Kendati telah mengantongi sejumlah barang bukti, pihak Puslabfor menegaskan tidak ingin terburu-buru menyimpulkan pemicu utama timbulnya percikan api yang membakar gas tersebut.
"Kita enggak berani berhipotesis karena forensik itu harus real. Nanti kita akan periksa dari segi instalasi listriknya, kemudian komponen dari dinamo itu sendiri," jelas Zakaria.
Pengujian mendalam di laboratorium nantinya akan mendeteksi secara pasti apakah sempat terjadi arus pendek (korsleting) pada mesin kipas pengatur udara sebelum ledakan terjadi.
"Usually kalau dinamonya sudah ada korslet atau rusak, bisa menimbulkan percikan api, berarti seharusnya ada kerusakan. Tapi kalau masih bagus, berarti dari faktor lain. Makanya kita harus teliti lagi di laboratorium," imbuh Zakaria.