JawaPos.com - Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Puslabfor Polri mempercepat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (15/10).
Langkah ini diambil lantaran kondisi pondasi bangunan toko sumber ledakan sudah miring dan rapuh sehingga rawan roboh serta membahayakan petugas.
Insiden ledakan yang terjadi pada Rabu (14/10) sekira pukul 18.15 WIB tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bagian atap dan tiang penyangga toko.
Baca Juga: Letjen TNI Kristomei Sianturi Ditunjuk Jadi Kepala BNPB
Selain kerugian material, peristiwa ini mencatatkan total 13 korban, dengan rincian 2 orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya menjalani perawatan intensif di tiga rumah sakit.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan menuturkan, percepatan pengamanan lokasi merupakan prioritas utama demi menghindari risiko kecelakaan kerja selama penyidikan berlangsung.
"Yang jelas kami gabungan ini mempercepat olah TKP karena menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk juga dihadirkan mengevakuasi beberapa tempat. Tentunya mohon waktu, cepat-cepat agar ini tuntas pengamanan TKP-nya," ujar Imron di lokasi kejadian, Kamis (15/10).
Sita Rekaman CCTV hingga Decoder di Lokasi
Dalam olah TKP lanjutan tersebut, tim gabungan dari Puslabfor Polri dan Polda Metro Jaya menyisir sejumlah titik penting untuk mengumpulkan bukti.
Polisi mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) dari berbagai sudut area pasar guna merekonstruksi detik-detik sebelum hingga sesudah insiden terjadi.
"Hari ini olah TKP yang kedua, kami mengumpulkan beberapa CCTV dari beberapa sudut termasuk di lokasi, termasuk decoder-nya," kata Imron.
Nihil Bahan Peledak, Polisi Diamankan Tabung Gas Etilen
Mengenai pemicu awal, hasil sterilisasi yang dilakukan oleh Unit Jibom Mabes Polri memastikan tidak ada kandungan bahan peledak sintetis maupun bom di tempat kejadian.
"Sementara hasil dari rekan-rekan unit Jibom yang melakukan sterilisasi, sementara ya tidak ditemukan barang berupa bom atau handak (bahan peledak). Tentunya ini masih akan kami dalami dan tindak lanjuti," paparnya.
Kendati demikian, penyidik mengamankan satu unit tabung gas etilen berukuran 52 kilogram dari area toko yang diduga kuat berkaitan langsung dengan titik muasal ledakan.
"Untuk gas ada satu yang sudah disita. Belum dihitung, harus dihitung pasnya," tambah Imron.
Total Korban Capai 13 Orang, 2 Di Antaranya Meninggal Dunia
Dampak ledakan mematikan ini mencatatkan belasan korban. Berdasarkan data terkini kepolisian, total ada 13 orang yang menjadi korban dalam peristiwa runtuhnya toko tersebut.
Dua orang di antaranya dikonfirmasi meninggal dunia, sementara 11 korban luka-luka lainnya saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
"Saat ini korban 13 orang, dua meninggal dunia, 11 masih dirawat di rumah sakit. Tepatnya tersebar di tiga rumah sakit," tutur Imron.
Hingga saat ini, tim gabungan Puslabfor dan penyidik kepolisian masih terus melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti pemicu timbulnya ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel tersebut.