JawaPos.com - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) memperingati HUT ke-64 Gelora Bung Karno (GBK) dengan menyoroti pengamanan aset negara dan pengembangan kawasan sebagai ruang olahraga, hiburan, MICE, serta aktivitas publik.
Peringatan tahun ini digelar di Golden Ballroom, Blok 15 kawasan GBK. Lokasi tersebut menjadi simbol dari proses pengamanan dan pengembalian penguasaan aset negara di kawasan Blok 15 melalui proses hukum dan koordinasi lintas instansi pada periode 2025-2026.
Proses tersebut melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, aparat penegak hukum, lembaga peradilan, serta jajaran PPKGBK sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama mengatakan pengelolaan GBK perlu terus diarahkan agar aset negara memberikan manfaat bagi masyarakat.
“GBK sampai dengan saat ini terus menjadi kebanggaan bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia. Pengelolaan aset yang baik tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memberikan manfaat optimal bagi masyarakat untuk berolahraga, menyelenggarakan event yang bervariasi, serta melayani seluruh stakeholder dengan baik. Saya berharap pengelolaan GBK terus ditingkatkan tanpa batas optimal untuk mencapai hasil yang selalu lebih baik,” ujar Setya.
Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A. Kusumo mengatakan pengamanan aset menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan kawasan GBK.
“Momentum HUT GBK tahun ini menjadi kesempatan bagi kami untuk bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga aset negara. Ini merupakan hasil kerja bersama. Amanah berikutnya adalah memastikan aset yang telah kembali dapat dikelola dengan baik, produktif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara,” ujar Rakhmadi.
Pendapatan PPKGBK Tumbuh
Selain pengamanan aset, PPKGBK terus mendorong optimalisasi kawasan melalui peningkatan pelayanan, pengembangan kerja sama komersial, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan.
Kinerja tersebut tercermin dari pendapatan PPKGBK yang meningkat dari Rp415 miliar pada 2023 menjadi Rp566 miliar pada 2024. Berdasarkan laporan audited 2025, pendapatan PPKGBK mencapai Rp812 miliar.
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), peningkatan kinerja tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan, pemeliharaan dan pengembangan aset, serta memberikan manfaat ekonomi bagi negara sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin aset negara semakin produktif. Peningkatan pendapatan harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas fasilitas, pelayanan publik, pemeliharaan kawasan, dan manfaat ekonomi yang lebih luas,” kata Rakhmadi.
GBK Jadi Kawasan Olahraga dan Hiburan
PPKGBK juga mencatat semakin beragamnya kegiatan yang berlangsung di kawasan GBK. Aktivitas tidak hanya terpusat di Stadion Utama GBK, tetapi juga mencakup Indonesia Arena, Istora Senayan, Tennis Indoor, Stadion Madya, JICC, dan berbagai ruang publik.
Sepanjang 2026, sejumlah agenda olahraga, hiburan, konferensi, pameran, dan kegiatan komunitas digelar di kawasan tersebut.
Stadion Utama GBK menjadi lokasi berbagai pertandingan sepak bola nasional dan internasional. Sejumlah klub dan tim yang disebut hadir antara lain Barcelona Legends, Aston Milan, AC Milan, Chelsea, Persija, dan Persib, serta agenda FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Sementara itu, Indonesia Arena terus digunakan untuk berbagai kejuaraan olahraga dan konser musik. Menjelang akhir 2026, arena tersebut juga dijadwalkan menjadi lokasi Hot Wheels Monster Trucks Live.
Istora Senayan dan Tennis Indoor tetap digunakan untuk berbagai kejuaraan bulu tangkis serta kegiatan seni dan hiburan. Sedangkan JICC menjadi bagian dari ekosistem MICE melalui pameran, expo UMKM, kegiatan industri kreatif, dan konferensi.
Kawasan GBK juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda besar hingga penghujung 2026, termasuk rencana konser internasional yang disebut akan menghadirkan YE dan BTS.
“Kepercayaan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan nasional dan internasional menunjukkan bahwa GBK semakin berkembang sebagai sebuah sports and entertainment district. Dampaknya juga harus dirasakan lebih luas oleh industri event, UMKM, hotel, transportasi, industri kreatif, tenaga kerja, dan perekonomian Jakarta,” ujar Rakhmadi.
Perkuat Hubungan dengan Komunitas
Peringatan HUT ke-64 GBK juga diisi sejumlah kegiatan sosial dan komunitas. Salah satunya donor darah yang bekerja sama dengan PMI Kota Administrasi Jakarta Pusat.
PPKGBK juga menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim di sekitar kawasan. Selain itu, sejumlah kegiatan digelar untuk memperkuat hubungan dengan komunitas dan mitra.
Pada 22 Agustus 2026, PPKGBK menggelar pertemuan dengan komunitas lari Pace District dan dr. Tirta. Kegiatan tersebut membahas budaya olahraga yang aman serta pemanfaatan fasilitas publik di kawasan Senayan.
PPKGBK juga menggelar kegiatan bersama komunitas pengguna fasilitas indoor Kudus Hal serta EO Gathering pada 23 September 2026 yang mempertemukan pengelola dengan promotor dan event organizer.
Apresiasi juga diberikan kepada pegawai yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam pengelolaan kawasan GBK.
“GBK dibangun dan dijaga oleh banyak generasi. Karena itu, HUT bukan hanya tentang pencapaian hari ini. Ini juga tentang menghargai mereka yang telah mengabdi, merawat hubungan dengan komunitas, berbagi dengan sesama, dan meneruskan nilai-nilai baik kepada generasi berikutnya,” kata Rakhmadi.
Penjajakan Konektivitas Kawasan Senayan
PPKGBK juga tengah mendorong peningkatan konektivitas kawasan Senayan. Salah satu yang dibahas adalah peluang pengembangan konektivitas pejalan kaki dengan pemerintah daerah serta pengelola pusat komersial dan kawasan sekitar.
Pembahasan tersebut termasuk penjajakan konsep konektivitas bawah tanah yang dapat menghubungkan sejumlah pusat aktivitas di kawasan Senayan. Namun, rencana tersebut masih berada pada tahap koordinasi dan pengembangan konsep bersama para pemangku kepentingan.
Dalam jangka panjang, peningkatan konektivitas diharapkan dapat mempermudah pergerakan pejalan kaki dan pengguna transportasi publik. Integrasi juga diarahkan untuk menghubungkan kawasan olahraga, hiburan, perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, dan ruang publik.
Transformasi GBK Dibawa ke Forum Internasional
Transformasi pengelolaan GBK juga mulai dibawa ke forum internasional. Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo dijadwalkan menjadi pembicara dalam TheStadiumBusiness ASIA 2026 di Hong Kong pada Oktober 2026.
Dalam forum tersebut, Rakhmadi akan berbagi pengalaman mengenai transformasi GBK dan pengelolaan kawasan olahraga serta hiburan berskala besar di Indonesia.
Sebelumnya, perjalanan transformasi GBK dari proyek bersejarah menjadi kawasan publik modern juga telah mendapat perhatian melalui publikasi CityChangers pada September 2026.
“Kita tentu terus belajar dari pengelola kawasan terbaik dunia. Pada saat yang sama, setelah lebih dari enam dekade perjalanan GBK, Indonesia juga memiliki pengalaman yang layak untuk dibagikan kepada dunia,” kata Rakhmadi.
Memasuki usia ke-64, PPKGBK menyatakan akan melanjutkan pengelolaan kawasan melalui pengamanan dan optimalisasi aset, peningkatan pelayanan, pengembangan teknologi, konektivitas, serta penguatan ekosistem olahraga, hiburan, dan MICE.
“Seluruh pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama. Terima kasih kepada pemerintah, kementerian dan lembaga, seluruh insan GBK, mitra, komunitas dan masyarakat yang selama ini menjaga dan menghidupkan kawasan ini bersama-sama,” ujar Rakhmadi.
“Memasuki usia ke-64, arah kami jelas: menjaga amanah negara, meningkatkan nilai aset, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di dunia,” tutupnya.