JawaPos.com - Sebuah mobil mewah Porsche bernomor polisi B 1842 BAE terperosok ke dalam saluran air di Jalan Tol Depok–Antasari (Desari) KM 4.200 B usai mengalami kecelakaan tunggal pada Sabtu (19/9) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.45 WIB tersebut diduga dipicu oleh genangan air di badan jalan yang membuat pengemudi kehilangan kendali kendaraannya.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra menjelaskan, peristiwa ini bermula saat mobil melaju di lajur tiga dari arah Sawangan menuju Antasari.
Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan diduga melindas genangan air hingga menyebabkan pengemudi mengalami out of control.
Pengemudi berinisial NAI dilaporkan langsung membanting kemudi ke arah kiri untuk mengendalikan laju kendaraan.
Namun, mobil justru menabrak guardrail atau pembatas jalan hingga akhirnya terperosok ke dalam parit di pinggir tol.
"Pengemudi out off control sehingga banting stir ke kiri kemudian menabrak gadril/pembatas jalan hingga mobil terperosok kedalam saluran air menyebabkan kendaraan rusak dibagian depan, posisi terakhir kendaraan miring di dalam saluran air menghadap utara," ujarnya, Minggu (20/9).
Kerusakan Mobil dan Kondisi Pengemudi
Akibat benturan keras tersebut, unit kendaraan Porsche mengalami kerusakan di beberapa bagian, meliputi area depan, kanan, kiri, hingga bagian atas roof mobil.
Meski kondisi kendaraan rusak cukup parah, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
"Korban manusia nihil," terangnya.
Penanganan Petugas di Lokasi Kejadian
Petugas PJR Ditlantas Polda Metro Jaya bersama pihak pengelola Jalan Tol Desari langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan serta mengurai arus lalu lintas di sekitar TKP.
Petugas langsung melakukan olah TKP, pemeriksaan identitas pengemudi dan dokumen kendaraan, pengumpulan barang bukti, hingga evakuasi armada.
Proses evakuasi dilakukan guna memindahkan kendaraan miring tersebut dari dalam parit menuju lokasi yang lebih aman agar tidak mengganggu arus lalu lintas pengendara lain.
Berdasarkan hasil analisa sementara petugas di lapangan, kecelakaan murni disebabkan oleh faktor hilang kendali (out of control). Peristiwa ini selanjutnya diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak terkait.