JawaPos.com - Fenomena kekeringan akibat dampak El Nino mulai memukul pemukiman warga di wilayah DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa krisis air sudah mulai dirasakan di tingkat rumah tangga.
Pramono memastikan bahwa armada distribusi bantuan air bersih terus beroperasi menyasar titik-titik krisis. Menurutnya seluruh aduan masyarakat, baik melalui aplikasi JAKI maupun laporan langsung, akan segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
"Jadi sekarang ini memang distribusi air tetap kita lakukan. Saya sudah mendapatkan laporan di beberapa kelurahan ada kekeringan. Dan selalu, laporan itu apakah melalui JAKI ataukah secara langsung, kemudian kita mengantisipasi untuk bisa memberikan bantuan air kepada masyarakat," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta pada Selasa (15/9).
Pemprov DKI berharap dampak fenomena cuaca ekstrem El Nino ini tidak memanjang melewati bulan September agar krisis air tanah tidak semakin parah.
Dampak Kekeringan: Potensi Kebakaran hingga Peringatan Bencana BPBD
Dampak dari musim kemarau dan kekeringan panjang ini tak hanya memicu krisis air bersih. Tetapi juga meningkatkan potensi bahaya kebakaran. Pramono menyinggung insiden kebakaran lahan yang sempat terjadi di lapangan sepak bola Mabes Angkatan Udara beberapa waktu lalu menjadi gambaran nyata dampak kekeringan ekstrem saat ini.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi ancaman bencana lain. Termasuk risiko tanah longsor di beberapa kawasan.
Pramono menginstruksikan BPBD untuk bersikap transparan dalam menyampaikan informasi kewaspadaan kepada publik agar masyarakat bisa lebih siap dan mengantisipasi bahaya sejak awal.
"Saya memang menyampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, semua potensi ancaman itu dikomunikasikan kepada publik, kepada masyarakat, supaya masyarakat tidak terkaget-kaget. Apa yang disampaikan kepada publik kalau saya ya, mudah-mudahan enggak terjadi. Tetapi itu bagian dari memperingatkan kepada masyarakat," ujar Pramono.