← Beranda
880 Jiwa Terdampak Kebakaran Batu Ceper, Pemulihan Warga Jadi Masih jadi Perhatian
Banu AdikaraSabtu, 12 September 2026 | 21.49 WIB
Petugas Pemadam Kebakaran menyemprotkan air di lokasi kebakaran di Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta, Selasa, (11/08/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Kebakaran yang melanda kawasan Jalan Batu Ceper 9, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada 31 Agustus 2026 lalu berdampak pada 310 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 880 jiwa.

Warga terdampak sempat diarahkan ke sejumlah lokasi pengungsian untuk mendapatkan penanganan dan bantuan.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat mencatat distribusi bantuan dan dukungan psikologis masih menjadi bagian dari penanganan pascakebakaran. Pemkot juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama karena persoalan kelistrikan disebut menjadi salah satu pemicu utama kejadian kebakaran di Jakarta.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Meru Betiri Jember Hanguskan Kawasan Seluas 72 Hektare

Di tengah kondisi tersebut, bantuan dari lingkungan sekitar terus diberikan kepada warga terdampak. Salah satunya datang dari Galva Group yang menggelar aksi tanggap peduli bagi warga di sekitar kawasan kantor pusatnya pada Jumat (11/9/2026).

Perusahaan bersama karyawan mengumpulkan sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari obat-obatan, barang keperluan sehari-hari hingga pakaian layak pakai untuk disalurkan kepada warga terdampak.

President Director Galva Group Oki Widjaja mengatakan kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi bagian dari perjalanan perusahaan yang telah memasuki usia 80 tahun.

Baca Juga: BPBD Surabaya Ingatkan Risiko Kebakaran karena Kemarau yang Dipengaruh El Nino

“Delapan puluh tahun bagi kami bukan hanya tentang mempertahankan apa yang sudah dibangun, tetapi bagaimana menjadikan pengalaman dan nilai-nilai yang kami miliki sebagai fondasi untuk terus berkembang. Kebutuhan masyarakat dan industri terus berubah, sehingga kami harus berani belajar, beradaptasi, dan menangkap peluang baru,” ujar Oki Widjaja.

Memasuki usia delapan dekade perusahaan, Oki menuturkan, pihaknya akan melanjutkan pengembangan bisnis sekaligus memperkuat program sosial dan hubungan dengan masyarakat di sekitar lingkungan operasionalnya.

“Kami ingin usia 80 tahun ini menjadi awal dari babak baru perjalanan kami. Dengan fondasi legacy yang kuat dan semangat inovasi tanpa henti, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi pelanggan, mitra, karyawan, serta kemajuan Indonesia,” tutup Oki Widjaja.

Galva Group sendiri memiliki bisnis di sektor teknologi, distribusi produk elektronik, hospitality, kesehatan dan kebugaran, serta manajemen investasi. Di sektor industri elektronika dan telematika secara umum, Kementerian Perindustrian mencatat pertumbuhan sebesar 4,92% sepanjang 2025, menunjukkan masih adanya aktivitas dan permintaan di sektor berbasis teknologi tersebut.

EDITOR: Banu Adikara