JawaPos.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama PT LRT Jakarta resmi memulai uji coba operasional LRT rute Kelapa Gading–Manggarai secara bertahap sejak Kamis (10/9).
Jalur sepanjang 12,2 kilometer tersebut mencatatkan waktu tempuh yang cukup singkat, yakni sekitar 28 menit dari titik awal hingga akhir.
Uji coba ini digelar guna menyempurnakan layanan sebelum dibuka secara penuh untuk publik.
Kadishub DKI Jakarta Budi Awaludin menjelaskan, skema uji coba ini dibagi ke dalam tiga tahapan utama demi menguji kesiapan operasional secara menyeluruh.
Baca Juga: LRT Jakarta Rute Manggarai-Velodrome Mulai Beroperasi Terbatas Hari Ini
"Uji coba hari ini adalah hasil tindak lanjut rapat kami dengan DJKA. Ini bagian untuk melakukan penyempurnaan layanan, kami menginginkan adanya masukan, saran, dan pendapat masyarakat terkait apa yang kurang," ujar Budi di Jakarta, Kamis (10/9).
Tiga Tahap Uji Coba dan Cara Pendaftaran Warga
Pada tahap awal, uji coba menyasar jurnalis media massa. Tahap berikutnya akan melibatkan masyarakat di sekitar lintasan serta warga umum melalui jalur pendaftaran resmi.
Tahap ketiga bakal berlangsung hingga fase peluncuran resmi (launching) dilakukan.
Guna menjajal rute baru ini, masyarakat umum dapat berpartisipasi melalui dua skema, yakni jalur undangan khusus dan pendaftaran mandiri melalui situs web resmi. Selama masa uji coba, penumpang tidak dikenakan biaya alias gratis.
Baca Juga: LRT Beroperasi Normal Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Guyur Jabodetabek
Meski belum dikenakan tarif, para penumpang tetap diwajibkan melakukan tap-in dan tap-out menggunakan kartu elektronik khusus yang disediakan petugas.
"Sementara tidak dikenakan biaya. Penumpang diberikan kartu untuk sekaligus mengecek bagaimana sistem ticketing kita, apakah sudah berjalan baik atau belum," kata Budi.
Ia menambahkan, fokus peninjauan di hari pertama meliputi keandalan sistem gate pembayaran, kesiapan infrastruktur tiket, hingga kenyamanan perjalanan di sepanjang jalur Kelapa Gading menuju Manggarai.
"Harapannya tentu masyarakat bisa menggunakan ini. Harapan besarnya, mereka yang biasa menggunakan kendaraan pribadi bisa beralih ke transportasi publik," tutur Budi.
Baca Juga: PLN Buka Suara Terkait Mayat di Gardu LRT, Ungkap Pintu Rusak hingga Kabel Kondisi Tidak Normal