Insiden tragis yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ini bermula saat minibus BYD bernomor polisi B-2703-BNA yang dikemudikan Karsono melaju dari arah selatan menuju utara, lalu hilang kendali di jalan menurun dan melibas kendaraan di depannya.
Asep, seorang saksi mata di lokasi kejadian, menceritakan bahwa tabrakan beruntun tersebut berlangsung sangat cepat dan memicu benturan keras.
Baca Juga: Ini Efek Buruk Abu Vulkanik yang Menempel pada Kendaraan, Bersihkan dengan Hati-hati
"Mobil listrik yang paling belakang menabrak kendaraan di depannya secara beruntun lalu oleng ke kanan dan menabrak tiang listrik," ujar Asep dikutip Senin (7/9).
Menurut Asep, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi B-4915-BCD yang ditumpangi ketiga korban tewas sebenarnya sedang berada di posisi pinggir jalan saat insiden terjadi.
Namun, kerasnya benturan antar mobil membuat kendaraan hilang kendali dan menyambar mereka.
"Korban naik motor bertiga, diduga sekeluarga suami, istri, dan anak balitanya. Posisi mereka di pinggir lalu kesamber. Anak kecilnya terlepas dari motor dan masuk ke kolong ban mobil paling depan," tutur Asep menambahkan.
Baca Juga: Efek Modifikasi Cuaca untuk Tekan Karhutla di Jatim, Hujan Ringan Guyur Sejumlah Daerah
Kronologi Resmi dari Pihak Kepolisian
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, membeberkan kronologi lengkap tabrakan beruntun yang melibatkan minibus BYD, Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner, Honda Vario, serta Honda Revo tersebut.
Kecelakaan beruntun berawal ketika mobil BYD yang dikendarai Karsono menabrak bagian belakang Kijang Innova B-1277-UIH yang dikemudikan Hadi Wibawa.
"Sesampainya di dekat turunan Jembatan Kembang Kerep, mobil tersebut menabrak bagian belakang Kijang Innova B 1277 UIH yang dikemudikan Hadi Wibawa," ujar AKP Joko Siswanto.
Kerasnya hantaman membuat Kijang Innova terdorong ke depan dan meremukkan bodi Toyota Fortuner L-1021-BAD. Akibat dorongan tersebut, Fortuner oleng ke kanan dan bodi samping kirinya menghantam sepeda motor Honda Vario yang berada tepat di sebelahnya.
Data Korban Meninggal Dunia dan Luka-Luka
Dampak dari kecelakaan ini menelan tiga korban jiwa dari pengendara dan penumpang sepeda motor Honda Vario.
Dua korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu Yeni Sumarti dan balita perempuan bernama Zeline Zakeisha (7). Jenazah keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Bandara Husein Sastranegara Catat 1.365 Penumpang Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Sementara itu, pengendara sepeda motor, Andi Prasetyo, sempat dilarikan ke RS Hermina Daan Mogot akibat luka berat di bagian kepala. Namun, nyawanya tidak tertolong saat menjalani perawatan medis.
Selain korban jiwa, kecelakaan beruntun ini menyebabkan empat orang mengalami luka-luka:
- Karsono (Pengemudi BYD): Mengalami luka dada sebelah kanan, dirawat di RSUD Cengkareng.
- Drg. Seruniwati Suganda (Penumpang BYD): Mengalami luka di kepala, dirawat di RS Pondok Indah Puri Kembangan.
- Drg. Handoko Argawa (Penumpang BYD): Mengalami luka di kepala, dirawat di RS Pondok Indah Puri Kembangan.
Yessy Lestiany (Penumpang Kijang Innova): Mengalami luka di leher, dirawat di RS Pondok Indah Puri Kembangan.
Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan
Seluruh kendaraan yang terlibat, termasuk minibus BYD dan Honda Vario yang mengalami hancur parah pada bodi depan, telah dievakuasi oleh petugas sebelum waktu Magrib.
Saat ini, Unit Laka Satlantas Polres Metro Jakarta Barat masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk menguak penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
"Masih dalam proses lidik," tegas AKP Joko. Polisi telah mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi untuk proses legalitas hukum lebih lanjut.
Di sisi lain, JawaPos.com telah mencoba menghubungi pihak BYD untuk mendapatkan keterangan. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi.