← Beranda
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, Polres Bogor Bagikan Masker ke Warga
Dhimas GinanjarSelasa, 8 September 2026 | 00.08 WIB
Anggota Polres Bogor saat memberikan edukasi dan masker kepada pengendara. (Polres Bogor)

JawaPos.com - Polres Bogor bersama seluruh Polsek jajaran turun langsung membagikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada Minggu (6/9/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pembagian masker menyasar masyarakat luas, terutama pengendara roda dua dan pejalan kaki. Upaya ini dilakukan untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan debu vulkanik yang juga berpotensi mengganggu jarak pandang di jalan raya.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., menginstruksikan personel tidak hanya membagikan masker, tetapi juga memberikan edukasi mengenai risiko abu vulkanik kepada masyarakat.

Petugas menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki partikel sangat halus, kurang dari 10 mikron, yang dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk keadaan penderita asma dan bronkitis.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan, diminta membatasi mobilitas di luar rumah.

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menutup rapat pintu, jendela, serta ventilasi rumah selama abu vulkanik menyebar.

Untuk menjaga kebersihan diri, warga diingatkan rutin mencuci tangan, wajah, dan bagian tubuh yang terpapar menggunakan sabun serta air mengalir. Pakaian juga dianjurkan segera diganti setelah beraktivitas di luar.

Personel Polsek jajaran turut mengingatkan warga agar membasahi tumpukan abu terlebih dahulu sebelum menyapunya. Cara tersebut disosialisasikan agar abu tidak kembali beterbangan ke udara.

Warga juga diingatkan memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. Apabila mengalami batuk terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, atau iritasi mata yang berat, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

EDITOR: Dhimas Ginanjar