JawaPos.com - Layanan transportasi warga Kepulauan Seribu diproyeksikan bakal semakin terintegrasi lewat kehadiran Transjakarta Laut pada 2027 mendatang.
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kini didorong untuk mematangkan seluruh proses kajian agar pengoperasian armada perairan tersebut berjalan optimal dan menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga, menyambut positif penugasan baru bagi Transjakarta tersebut. Ia meyakini rekam jejak BUMD ini dalam mengelola transportasi darat menjadi modal kuat untuk membenahi moda transportasi perairan.
Baca Juga: Ramalan Kesehatan Zodiak Taurus Senin, 7 September 2026: Tetapkan Target yang Realistis
"Prinsipnya kan mau meningkatkan layanan terhadap masyarakat Jakarta yang di Pulau Seribu. Bagaimana supaya pelayanannya makin maksimal," ujar Pandapotan, Senin (7/9).
Penerapan Konsep Hub and Spoke dan Solusi Dermaga
Guna memastikan efektivitas operasional, sinergi antara Transjakarta dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menjadi krusial.
Kajian komprehensif mencakup pemetaan kondisi cuaca, karakteristik perairan, kebutuhan armada, hingga kesiapan fasilitas sandar dermaga.
Dalam rancangannya, konsep hub and spoke dinilai paling realistis untuk diterapkan di wilayah kepulauan. Kapal berkapasitas besar akan difungsikan melayani rute utama dari daratan Jakarta ke pulau transit, sementara kapal pengumpan (feeder) menjangkau pulau-pulau sekitarnya.
"Tidak semua kapal besar bisa sandar di pulau-pulau itu. Jadi bisa saja kapal besarnya melayani dari Jakarta ke Pulau Seribu, kemudian kapal-kapal kecil melayani antarpulau," kata Pandapotan.
Peluang Anak Perusahaan dan Skema SDM
Pandapotan optimistis target operasional pada 2027 dapat terealisasi apabila penyusunan kajian teknis tuntas pada tahun ini. Mengingat kompleksitas analisis perairan, ia meminta semua pihak memberikan ruang bagi Transjakarta untuk merampungkan studinya.
"Kasih kesempatan dulu mengkaji. Kajian itu kan enggak seperti membalikkan telapak tangan," tuturnya.
Terkait opsi pembentukan anak perusahaan khusus, hal tersebut dinilai tidak akan membebani operasional, melainkan justru membuat tata kelola moda laut menjadi lebih terfokus. Selain itu, tenaga operasional dari UPT Dishub DKI Jakarta berpeluang ditarik untuk memperkuat manajemen baru.
"Bisa saja nanti karyawan-karyawan yang di UPT itu ditarik. Kalau sudah diserahkan ke Transjakarta dan dikelola Transjakarta," imbuhnya.