← Beranda
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Minta Balita hingga Lansia Pakai Masker
Ryandi ZahdomoJumat, 4 September 2026 | 00.41 WIB
Pekerja memantau melalui aplikasi kualitas polusi udara di Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meminta kelompok rentan seperti bayi, balita, hingga lansia untuk memakai masker atau mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul kualitas udara Jakarta yang memburuk belakangan ini.

Berdasarkan data pemantauan Kamis (3/9) sore, Jakarta mencatatkan Indeks Kualitas Udara (AQI US) di angka 115 atau masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dan menempati peringkat ke-8 kota terpolusi.

Langkah ini guna menekan risiko penularan penyakit pernapasan yang kerap meningkat seiring tingginya polusi udara di wilayah perkotaan.

Baca Juga: Anjal Ganggu Peziarah Kawasan Religi, Ini Strategi Wali Kota Surabaya Buat Mengatasinya

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati meminta masyarakat yang masuk dalam kategori rentan lebih membatasi mobilitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang tidak mendukung.

"Yang paling penting terutama untuk kelompok rentan, bayi, balita, lansia, harus lebih berhati-hati. Kalau memang ketika kondisi udara enggak bagus ya, kalau bisa tidak keluar, sebaiknya tidak keluar," ujar Ani, Kamis (3/9).

Ani menambahkan, jika situasi mendesak mengharuskan masyarakat untuk tetap beraktivitas di luar gedung, penggunaan masker sangat disarankan.

"Kalau pun harus beraktivitas, kalau kondisinya sedang tidak baik, boleh pakai pelindung seperti masker, kayak gitu," lanjutnya.

Ancaman ISPA dan Penyakit Penyerta

Baca Juga: Milan Ristovski Nyaman di Indonesia, Striker Bhayangkara FC Siap Tunjukkan Ketajamannya

Memburuknya kualitas udara berpotensi memicu lonjakan kasus penyakit saluran pernapasan, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Risiko ini kian meningkat pada individu yang memiliki riwayat penyakit bawaan.

"Iya, memang salah satu kemungkinan penyakit yang muncul beriringan dengan kondisi udara adalah ISPA. Prinsipnya adalah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pernapasan. Dan itu akan diperburuk pada orang yang memang sudah punya penyakit penyerta, seperti misalnya punya asma, dia punya sakit paru-paru," jelas Ani.

Langkah Pencegahan dan Imbauan Berobat

Guna mengantisipasi dampak buruk dari paparan polusi, masyarakat diminta untuk tetap konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga daya tahan tubuh.

Dinkes DKI Jakarta juga mengimbau warga untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat apabila mulai merasakan gejala gangguan pernapasan agar mendapatkan penanganan medis secara cepat.

"Kalau sudah merasa bergejala, ada gejala, langsung datang aja ke faskes, supaya bisa dapat pertolongan dengan cepat. Daya tahan tubuh, PHBS tetap," imbuh Ani.

Tagging: dinkes, polusi udara, polusi jakarta

EDITOR: Bintang Pradewo