JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memberlakukan tarif baru untuk layanan Transbandara rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mulai Selasa, 1 September 2026.
Para pengguna moda transportasi publik ini akan dikenakan tarif sebesar Rp 15.000 per sekali perjalanan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa penyesuaian tarif tersebut telah melewati tahap pengumuman resmi dan siap diimplementasikan secara penuh.
"Yang pertama mengenai tarif Rp 15 ribu, karena ini sudah diumumkan dan diputuskan, besok akan diberlakukan untuk tarif dari Blok M ke Soekarno-Hatta, yaitu Rp 15 ribu," ujar Pramono Anung di Jakarta, Senin (31/8).
Landasan Hukum dan Status Uji Coba
Layanan rute ini sebelumnya beroperasi sebagai bagian dari Transjabodetabek (kode rute SH2) dengan tarif masa uji coba sebesar Rp 3.500. Pemprov DKI kemudian melakukan penataan ulang hingga mengubah statusnya menjadi Transbandara.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Melanjutkan Penguatan Hari Ini, Cek Target Level Terbarunya!
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa angka Rp 15.000 ini bukan bentuk kenaikan harga melainkan penetapan tarif resmi pasca-masa uji coba. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 685 Tahun 2026.
"Ini adalah bukan kenaikan, ini adalah penetapan, karena sebelumnya belum ditetapkan, kan masa uji coba. Jadi ini adalah tarif penetapan dan tarif dalam rangka perlindungan sosial," tegas Budi Awaluddin.
Budi menambahkan, aturan Kepgub yang disahkan pada 31 Juli 2026 tersebut khusus mengatur rute Blok M-Soetta. Adapun rute Transjabodetabek lainnya, seperti SH1 (Kalideres-Perkantoran Soetta), masih memberlakukan tarif lama selagi menunggu hasil kajian komprehensif.
Subsidi Pemprov dan Fasilitas Tambahan Armada
Secara teknis, biaya operasional riil (biaya produksi) layanan Transbandara ini mencapai Rp 70.000 per penumpang untuk jarak tempuh 64 kilometer. Selisih biaya operasional tersebut ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta melalui skema subsidi.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyampaikan bahwa penyesuaian tarif diimbangi dengan peningkatan fasilitas penunjang, termasuk penyediaan bus berbasi ruang bagasi khusus koper serta penataan area keberangkatan di Terminal Blok M.
"Kami fokus menjaga kepastian jadwal kedatangan bus dan kenyamanan fasilitas, sehingga tingkat kepuasan masyarakat yang sudah mencapai 97,5 persen dapat terus dipertahankan," kata Welfizon Yuza.
Sejak pertama kali diluncurkan pada Maret 2026, rute Transbandara Blok M-Soetta mencatatkan rata-rata keterangkutan sekitar 55.000 penumpang setiap bulan, atau setara 1.800 hingga 1.900 penumpang per hari.