JawaPos.com - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) terus meningkatkan kesiapan kawasan industri di Bekasi, guna mendukung pertumbuhan industri berbasis teknologi dan investasi di masa depan.
Investor saat ini tidak lagi hanya membutuhkan lahan, listrik, air, dan akses logistik, tapi mereka juga memerlukan konektivitas digital yang andal dan aman serta dapat berkembang seiring kebutuhan bisnis.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, SolidBlue, melalui PT Kawasan Lintas Biru Digital (KLBD) yang mengembangkan infrastruktur konektivitas digital di kawasan industri BeFa, menjalin kolaborasi strategis dengan PT XenithIG Indonesia Network (Xenith IG) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
Baca Juga: Lapangan Padel Meruya Utara Jakbar Tetap Dibangun Meski Disegel, DPRD Minta Buka PKS
Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kapabilitas jaringan digital kawasan tersebut sekaligus memperluas akses infrastruktur digital di sepanjang koridor Jakarta–Cikampek.
Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian acara Upacara Penandatangan MoU bertema Powering The AI Ready Industrial Ecosystem – Power, Connection, Assured, digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali.
Dari Kebutuhan Tenant menuju Infrastruktur Digital yang Siap Masa Depan
Inovasi AI dan kebutuhan transformasi digital saat ini menuntut standar TI baru bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan industri.
Baca Juga: KAI Bakal Bikin Gambir Sebagai Pusat Integrasi, Hubungkan KA Jarak Jauh dengan KRL hingga MRT
Konektivitas digital kini menjadi komponen yang semakin krusial dalam infrastruktur untuk mendukung operasional bisnis dan memenuhi ekspektasi pelanggan.
Perubahan ini mendorong BeFa untuk mengembangkan kawasan industri yang tidak hanya mengandalkan utilitas konvensional, tetapi juga menyediakan infrastruktur digital yang mampu mendukung industri dengan kebutuhan keandalan dan skalabilitas yang lebih tinggi.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari pengembangan BeFa Digital Town, kawasan khusus yang disiapkan untuk mendukung pertumbuhan AI, pusat data, komputasi awan, manufaktur digital, dan teknologi masa depan lainnya.
Dalam pengembangan ini, SolidBlue berperan penting dalam membangun fondasi konektivitas digital di kawasan industri BeFa.
Kolaborasi dengan Xenith IG memperluas kapabilitas tersebut dengan menghubungkan kawasan ke ekosistem infrastruktur digital yang lebih luas.
Kemitraan ini dirancang untuk menghadirkan jaringan yang andal, skalabel, aman, dan tangguh, dengan fleksibilitas untuk terus berkembang seiring kebutuhan AI, komputasi awan, pusat data, IoT, dan aplikasi industri lainnya.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Jelaskan Video Pengamanan Personel TNI dalam Aksi Demo 27 Agustus
"Bagi investor, yang utama adalah kepastian bahwa kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi sesuai kualitas dan jadwal yg diminta. Melalui kolaborasi ini, BeFa memastikan kesiapan listrik, konektivitas, air, dan infrastruktur pendukung lainnya secara terintegrasi. Bagi kami, AI-ready itu memberikan kepastian kepada tenant sejak hari pertama berinvestasi,” ujar Leo Yulianto Sutedja, Direktur Utama BeFa
SolidBlue–Xenith IG Hubungkan Kawasan ke Ekosistem Digital yang Lebih Luas
Bagi SolidBlue, kemitraan dengan XenithIG merupakan langkah lanjutan dalam membangun konektivitas yang menjangkau lebih luas dari batas kawasan industri dan menghubungkannya dengan jaringan digital strategis di sepanjang koridor industri dan pusat data utama.
SolidBlue hadir untuk membangun fondasi konektivitas yang dapat terus berkembang seiring kebutuhan para penyewa. Kolaborasi dengan Xenith IG memungkinkan menghadirkan akses jaringan yang lebih luas, memberikan kawasan ini infrastruktur digital yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan AI, komputasi awan, pusat data, dan aplikasi industri lainnya di masa depan.
Baca Juga: Inovasi Konstruksi Cepat, Dukung Target 3 Juta Rumah di Danantara Housing Expo 2026
Sementara itu, Noah Drake, CEO Xenith IG menyatakan, pihaknya antusias berkolaborasi dengan dalam merancang dan membangun jaringan serat optik di kawasan industri BeFa, guna mendukung kebutuhan ketahanan dan skalabilitas beban kerja AI serta hyperscaler.
Dia menjelaskan, kemitraan ini juga akan memberikan penyewa akses on-net ke jaringan dark fiber metro Xenith IG yang membentang lebih dari 650 kilometer, dengan rute yang beragam dan konektivitas latensi rendah menuju simpul-simpul infrastruktur digital utama di sepanjang koridor Jakarta–Cikampek.
”Kolaborasi ini menegaskan tujuan bersama para mitra untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi penyewa serta memperkuat daya saing kawasan industri secara keseluruhan,” ujar Noah Drake.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Hijau, Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 Gelar Kolaborasi Lintas Sektor