JawaPos.con - Pendakwah Habib Bahar bin Smith melayat ke rumah duka Bambang Setiawan, 59, korban tewas akibat dugaan penganiayaan saat kerusuhan demo 27 Agustus lalu.
Dalam kunjungannya, Bahar menantang ormas-ormas yang menyusup dalam aksi demonstrasi 27 Agustus dan melakukan aksi premanisme, untuk berhadapan dengan dirinya, termasuk ormas Gerakan Rakyat indonesia Bersatu (GRIB).
Ia menegaskan siap mendampingi keluarga almarhum serta pasang badan menghadapi aksi premanisme yang menyusup dalam demonstrasi.
Ia mengecam keras aksi keji yang menyasar lansia tersebut serta menuntut penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Baca Juga: GRIB Jaya Bantah Terlibat Kerusuhan Demo 27 Agustus, Kehadiran Hercules Hanya Pantau Situasi
Di hadapan keluarga korban, Habib Bahar mengutuk keras perbuatan para pelaku yang dinilainya biadab.
Ia mendesak aparat kepolisian untuk bertindak tegas dan menangkap seluruh oknum yang terlibat tanpa pandang bulu.
"Termasuk ormas itu, mau GRIB, siapa pun yang ikut di situ, semua harus ditangkap, ditahan. Nggak ada urusan. Mau adu domba rakyat kayak begitu, biadab. Mereka kan jadi penjilat-penjilat pejabat, jadi penjaga, pelindung, anjing-anjing pejabat. Makanya mereka semena-mena kepada rakyat, biadab, kurang ajar," tegas Habib Bahar dalam video beredar dikutip, Minggu (30/8).
Ia menilai keberadaan oknum premanisme yang membela kepentingan penguasa telah mengintimidasi masyarakat kecil.
Tak Gentar Hadapi Ancaman
Habib Bahar menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur sedikit pun. Ia menantang siapapun pihak yang berbuat kemungkaran dan merugikan masyarakat.
Baca Juga: GRIB Jaya Bantah Terlibat Kerusuhan Usai Demo 27 Agustus di DPR
"Hei, preman-preman itu semua, kumpulin jadi satu mereka semua. Kumpulin jadi satu semua preman-preman. Semua siapa pun yang berbuat kemungkaran, siapa pun kumpulin semua jadi satu, lawan ana," tegasnya.
"Hei, kelingking saya nggak bakal gemetar walaupun mereka semua jadi satu. Kelingking saya nggak gemetar. Mau siapa pun, mau GRIB, mau siapa pun," lanjutnya.
Ia menuturkan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan berdiri membela keadilan bagi para korban.
"Saya bakal ada di sisi rakyat. Ketika mereka berada di sisi penguasa, saya berada di sisi rakyat," imbuhnya.
Diketahui, selain Bambang Setiawan, 59, terdapat satu korban lainnya, yakni pelajar berusia 19 tahun bernama Faturrohman yang menjadi korban penganiayaan.
Baca Juga: Pengakuan Hafiz Quran Korban Salah Tangkap di Pejompongan: Dipaksa Ngaku Provokator
Ia mengalami luka lebam di bagian kepala dan tubuh lainnya. Beruntung ia masih selamat.