← Beranda
Logistik Melimpah Saat Demo di DPR, Massa Mulai Bubar pun Makanan dan Minuman Masih Datang
Tazkia Royyan HikmatiarKamis, 27 Agustus 2026 | 20.33 WIB
Logistik makanan dan minuman untuk massa aksi yang berdemo di depan Gedung DPR RI melimpah ruah. (Royyan)

JawaPos.com - Logistik makanan dan minuman untuk massa aksi yang berdemo di depan Gedung DPR RI melimpah ruah. Mulai dari makanan berat hingga camilan dan minuman dibagikan secara gratis di jalanan.

Pantauan JawaPos.com di lokasi, logistik air minum khususnya sudah terlihat dus-dusnya tertumpuk dan terbuka begitu saja di samping jalan ke arah DPR.

Tak ada yang benar-benar menjaga air mineral itu. Beberapa orang yang nongkrong di depannya hanya mempersilakan siapapun yang ingin mengambil air mineral tersebut.

Baca Juga: Diduga Hendak Tunggangi Aksi Demo di DPR, Polda Amankan 65 Orang, 2 Sudah Ditahan

Adapun makanan berat hingga snack dibagikan secara acak bahkan oleh mobil-mobil yang lewat dari arah Gatot Subroto menuju Slipi.

Orang-orang tampak langsung berkerumun di perbatasan jalan raya dengan jalan tol di depan gedung DPR. Beberapa mobil menepi sebentar dan langsung memberikan makanannya.

"Itu tadi yang ngasih logistik makanan. Ada nasi padang, ada nasi kotak," kata salah satu massa aksi, Roni, yang ikut mendapatkan makanan dari mobil itu, Kamis (27/8).

Menurutnya, sejak pagi tadi banyak mobil yang memang sengaja menepi di jalan tol dalam kota yang cenderung lengang itu.

"Dari tadi ada aja yang ngasih, banyak. Macam-macam. Ngasih minum, makan," Beber Roni.

Di sisi lain, Didit, seorang pengemudi ojek online juga mengaku sudah sejak kemarin hingga pagi tadi dirinya mendapat orderan untuk membawa logistik untuk massa demonstrasi di DPR hari ini.

"Ini ada yang order minuman dari kemarin. Tadi juga ada yang orderin donat," paparnya.

Ia menyebut bahwa orderan itu random dari orang-orang yang tak dikenal.

"Pokoknya pesannya dikirim ke depan DPR buat orang yang demo," tutup Didit.

Hingga pukul 12.30 WIB, meski sebagian massa aksi mulai membubarkan diri, logistik makanan masih terus berdatangan. Beberapa orang bahkan mengambil dua sampai tiga makanan sekaligus.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah