JawaPos.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu, Sabtu (22/8) guna menindaklanjuti pengalihan penuh pengelolaan transportasi air ke Transjakarta.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung guna menciptakan sistem transportasi laut yang terintegrasi, aman, dan setara dengan standar di daratan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi akan mengalihkan pengelolaan transportasi air di Kepulauan Seribu dari Dinas Perhubungan (Dishub) ke BUMD PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Baca Juga: Asrama Madrasah Aliyah NW Mua’allimin Anjani Lombok Timur Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan bersama Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza. Mereka mendatangi empat lokasi strategis, yaitu Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.
Pertemuan utama digelar di Kantor Kelurahan Pulau Panggang. Kedatangan tim disambut langsung oleh Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, bersama jajaran kelurahan, kecamatan, dan tokoh masyarakat setempat.
Rencana pengambilalihan operasional kapal ini disambut hangat oleh warga pesisir. Masyarakat berharap integrasi ini segera terwujud agar fasilitas penyeberangan menjadi lebih aman, nyaman, dan terjangkau.
Evaluasi Dermaga dan Armada Kapal
Baca Juga: Jika Pasanganmu Enggan Berkomitmen, Coba Tanyakan 4 Pertanyaan Besar Ini Menurut Psikologi
Selain menyerap aspirasi warga, tim gabungan menggelar inspeksi teknis terhadap sarana dan prasarana dermaga yang sebelumnya dikelola Unit Pengelola Pelabuhan Daerah (UPPD) Dishub DKI.
PDF
Transjakarta mulai menginventarisasi data fasilitas pelabuhan sebagai bahan penyusunan rencana revitalisasi. Operasional armada kapal milik Dishub juga tak luput dari evaluasi mendalam demi mendongkrak standar keselamatan serta ketepatan waktu.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan komitmennya untuk mengikis ketimpangan fasilitas transportasi antara wilayah daratan dan kepulauan.
"Kami memahami betul harapan besar masyarakat Kepulauan Seribu. Penugasan dari Gubernur ini adalah amanat untuk menghapus 'jarak' dan memastikan kesetaraan hak bagi seluruh warga DKI Jakarta. Kami siap hadir di Kepulauan Seribu dengan standar layanan Transjakarta yang andal, terjangkau, dan terintegrasi," tegas Welfizon, Minggu (23/8).
Integrasi ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi lokal, sektor pariwisata, serta memperkuat konektivitas Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
Tagging: pemprov dki jakarta, transjakarta, dishub, kepulauan seribu, transportasi air