← Beranda
Massa BEM UI Tertahan di Depan Gedung UOB, Tak Boleh ke Bundaran HI
Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 19 Agustus 2026 | 00.54 WIB
Massa BEM UI dan aliansi kampus masih tertahan di depan gedung UOB, Jalan MH. Thamrin, Sudirman, Jakarta Pusat hingga sore karena blokade polisi, Selasa (18/8/2026). (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Massa BEM UI masih tertahan di depan gedung UOB, Jalan MH. Thamrin, Sudirman, Jakarta Pusat karena blokade polisi. Massa tak dibiarkan melakukan aksi sesuai rencana di Bundaran HI.

Pantauan JawaPos.com di lokasi, hingga pukul 17.13 WIB, massa masih tertahan blokade polisi yang menghalangi langkah kaki maupun mobil komando massa.

Blokade hitam yang menjulang sekitar 2 meter itu sejauh ini mampu membuat massa dari BEM UI tak bisa lagi bergerak. Sehingga, massa melakukan aksi orasi di depan Gedung UOB.

Sementara itu, massa di bagian belakang tampak lebih santai. Mereka duduk lesehan sembari minum minuman yang diperjualbelikan para pegadang di kawasan Sudirman.

Baca Juga: BEM UI Sentil Checks and Balances: Negara Makin Kuat, Rakyat Makin Lemah

Di sisi lain, orator masih terus silih berganti memberikan pernyataannya dalam aksi kali ini. 

Mulai dari keprihatinan terhadap warga di NTT yang terkenan musibah gempa bumi maupun menyatakan sejumlah tuntutan, termasuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis.

Belum ada pergerakan yang berarti dari massa aksi hingga sejauh ini. Adapun lalu lintas di sekitar juga tampak lancar.

Sebelumnya, massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

Namun, Polda Metro Jaya menyiapkan tempat aksi di kawasan Dukuh Atas dan melarang massa untuk menuju Bundaran HI.

Baca Juga: BEM UI Ingin Demo di Bundaran HI tapi Polisi Minta di Dukuh Atas, Cek Alasannya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penyiapan lokasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan aktivitas masyarakat yang cukup padat di kawasan Jakarta Pusat.

"Kami sudah mempersiapkan di lokasi Dukuh Atas depan UOB dan Dukuh Atas untuk bisa menjadi titik penyampaian aspirasi, begitu," ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/8).

Pasalnya, ia mengatakan bahwa kawasan Bundaran HI sebagai pusat berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari pendidikan, perekonomian, hingga peribadatan dan aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Meski demikian, Budi menegaskan tetap menerima pemberitahuan dari mahasiswa terkait rencana aksi penyampaian aspirasi pada hari ini.

Namun untuk mengakomodasi aksi tersebut, aparat menyiapkan beberapa titik yang dinilai dapat digunakan sebagai lokasi penyampaian aspirasi.

Baca Juga: Demo BEM UI di Bundaran HI, Tuding Kedaulatan Rakyat Cuma Slogan Prabowo-Gibran

"Kita juga menyambut, menerima pemberitahuan dari adik-adik mahasiswa dalam pelaksanaan penyampaian aspirasi di hari ini. Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya sudah mempersiapkan beberapa titik yang menjadi tempat penyampaian aspirasi," jelas Budi.

Salah satu lokasi yang disiapkan berada di kawasan Dukuh Atas, tepatnya di depan gedung UOB. Polisi juga menyiapkan kawasan Dukuh Atas sebagai titik penyampaian aspirasi.

Demo di Bundaran HI Bisa Kunci Arus Lalu Lintas

Budi menegaskan bahwa Bundaran HI merupakan center of gravity Jakarta dan Indonesia. Jika demonstrasi dilakukan di kawasan tersebut, maka akan mengunci potensi arus lalu lintas di berbagai simpul.

"Yaitu bisa menuju Patung Kuda, Istana, dan Harmoni. Begitu juga dengan wilayah-wilayah penyangga lainnya seperti Semanggi, Sudirman, ke arah Slipi maupun Gatot Subroto," tuturnya.

Belum lagi wilayah-wilayah lain yang berada di Tanah Abang maupun wilayah Menteng, akan bisa terjadi peningkatan arus lalu lintas dan kepadatan, dan bahkan mungkin bisa melumpuhkan arus lalu lintas. 

Baca Juga: Demo 1.000 Mahasiswa di Bundaran HI Jakarta Dijaga 9.242 Aparat

"Apabila arus lalu lintas sudah lumpuh, artinya kita juga hadir dalam tidak berempati terkait tentang aktivitas masyarakat lainnya," pungkas Budi.

EDITOR: Bayu Putra