← Beranda
Polisi Cegat Massa Demonstrasi Mahasiswa di Dukuh Atas, Diwarnai Cekcok dan Saling Dorong
Ryandi ZahdomoSelasa, 18 Agustus 2026 | 22.34 WIB
Sebanyak 1.000 mahasiswa dari BEM UI dan aliansi mahasiswa lainnya kembali dicegat di depan Gedung UOB, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Sebanyak 1.000 mahasiswa dari BEM UI dan aliansi mahasiswa lain kembali dicegat di depan Gedung UOB, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Massa itu hendak menuju Bundaran HI namun terhalang barikade kepolisian sekitar pukul 13.56 WIB.

Kericuhan sempat muncul antara polisi dan mahasiswa. Adu mulut serta dorong-dorongan terjadi saat mobil komando diminta berputar balik dan tidak meneruskan perjalanan.

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, bersama mahasiswa mencoba menembus penjagaan ketat petugas. Namun, karena adangan polisi, massa akhirnya memilih bertahan dan menggelar orasi di depan Gedung UOB.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menuturkan Bundaran HI adalah pusat aktivitas warga. Demonstrasi di sana dikhawatirkan membuat kawasan itu lumpuh.

"Apabila aksi dilaksanakan di Bundaran HI, ini akan mengunci potensi arus lalu lintas kemacetan di berbagai simpul yang ada," ujarnya, Selasa (18/8).

"Apabila arus lalu lintas sudah lumpuh, artinya kita juga hadir dalam tidak berempati terkait aktivitas masyarakat lainnya," tambahnya.

 

Sebanyak 9.242 Aparat Dikerahkan 

Untuk mengamankan demonstrasi, 9.242 personel gabungan dikerahkan di berbagai titik vital seperti Bundaran HI dan Patung Kuda. Polres Metro Jakarta Pusat menerjunkan 6.962 personel dari jumlah tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menginstruksikan jajarannya bertindak persuasif tanpa menggunakan senjata api.

"Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga yang harus kita layani, jaga, dan amankan dengan sebaik-baiknya," tegas Kombes Reynold, Selasa (18/8).

Ia mengingatkan agar pengamanan berjalan satu komando dan mengimbau massa menjaga ketertiban mengingat Bundaran HI adalah pusat aktivitas ekonomi warga. Sementara itu, rekayasa lalu lintas disiapkan secara situasional oleh Dit Lantas Polda Metro Jaya.

 

Alasan Memilih Bundaran HI ketimbang Gedung DPR

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan, menilai fungsi lembaga legislatif saat ini sudah tidak optimal dalam mengawal aspirasi rakyat. Oleh sebab itu, mereka memilih lokasi aksi berbeda dari biasanya.

"Justru kenapa harus DPR? Dengan kondisi mereka tidak berfungsi," ujar sosok yang akrab disapa Athof tersebut.

Massa yang mengusung tagar #MerebutKemerdekaan mempertanyakan esensi perayaan kemerdekaan di tengah persoalan kedaulatan, ekonomi, dan keadilan hukum.

"Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan dan memilih jalan republik: negara yang bukan milik penguasa, bukan milik pengusaha, melainkan milik seluruh rakyat," tuturnya.

Athof menambahkan aksi jalanan ini sebagai wadah refleksi kritis terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat saat ini.

"Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?" pungkas Athof.

 

Delapan Poin Tuntutan Aksi

Narahubung BEM UI, Ridho, mengonfirmasi pergerakan ini melibatkan 15 BEM Fakultas se-UI dan 25 organisasi aliansi. Mereka berasal dari Universitas Pancasila, PNJ, Paramadina, Trilogi, Unpad, UNJ, Gunadarma, hingga FMN.

Berikut adalah 8 tuntutan utama yang diusung dalam aksi tersebut:

1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.

2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

3. Wujudkan reforma agraria sejati.

4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.

6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.

7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak.

Baca Juga: Niat Bikin Rusuh Demo Mahasiswa di Jakarta, 21 Orang Diamankan Polisi dengan Barang Bukti Bom Moloto

8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan