JawaPos.com - Ramainya pembahasan di media sosial mengenai pemagaran area luar mal, termasuk Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, memicu berbagai spekulasi di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Direktur Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menegaskan bahwa pemasangan pagar sama sekali tidak berkaitan dengan isu keamanan maupun prediksi akan adanya peristiwa tertentu.
Menurut Sutandi, pemagaran dilakukan semata-mata sebagai bagian dari peningkatan aspek keselamatan pengunjung dan penyesuaian terhadap perkembangan kawasan di sekitar pusat perbelanjaan.
Dalam video yang diunggah di media sosialnya, Sutandi menjelaskan bahwa salah satu alasan utama pemasangan pagar adalah adanya perubahan kondisi lingkungan, termasuk keberadaan jalan baru yang membuat arus kendaraan dan pejalan kaki semakin padat.
Baca Juga: Pungut Jutaan dari Sopir Truk di Pos Poncol, 5 Oknum Dishub Bekasi Akhirnya Dinonaktifkan
Ia mengatakan, sebelumnya area depan Pakuwon Mall memiliki bentang terbuka hingga sekitar 1,5 kilometer. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengunjung karena banyak orang menyeberang atau masuk ke area mal dari berbagai titik.
"Kalau semua orang menyeberang, masuk sembarangan, ini kan bahaya buat mereka sendiri penyebrang. Awalnya di sana," ujar Sutandi dalam video yang mulanya membahas pemagaran mal Pakuwon yang sebelumnya sudah dilakukan di Surabaya, dikutip Jumat (31/7).
Ia juga membantah anggapan bahwa pemagaran dilakukan karena pihak pengelola mengetahui akan terjadi sesuatu.
"Yang jelas Pakuwon itu bukan peramal. Kita enggak tahu mau terjadi apa," tegasnya.
Sutandi menambahkan, pemasangan pagar bukanlah hal baru di lingkungan properti milik Pakuwon. Menurutnya, sejumlah pusat perbelanjaan yang dikelola perusahaan sudah lebih dahulu menggunakan pagar keliling.
Baca Juga: Mutasi Besar-Besaran Polri Termasuk 14 Kapolres, Ini Deretan Nama dan Daftar Lengkapnya
Ia mencontohkan Royal Plaza di Surabaya yang telah dipagari sejak 2006. Saat ini pagar tersebut bahkan mulai diganti karena material lama telah mengalami korosi akibat usia pemakaian.
Selain itu, Blok M Plaza di Jakarta juga telah menerapkan pagar keliling dan menjadi salah satu referensi desain pagar yang kini digunakan di Pakuwon Mall.
Sementara itu, beberapa area di Tunjungan Plaza juga telah menggunakan pagar kaca maupun pagar berbahan kawat BRC sebagai bagian dari penataan kawasan.
Menurut Sutandi, pemasangan pagar merupakan bagian dari proses peningkatan kualitas fasilitas seiring berkembangnya kawasan Pakuwon City.
"Sekarang berkembangnya zaman, terus Pakuwon City sendiri sudah semakin maju, kita harus perbaiki, kita harus upgrade. Nah itu saja, sederhana," katanya.
Baca Juga: Mengenal Pilihan Mobil Hybrid Suzuki di GIIAS 2026, Dari Fronx hingga XL7 Terbaru
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak berlebihan menanggapi keberadaan pagar tersebut karena tidak ada kaitannya dengan isu negatif apa pun.