← Beranda
Perluas Jangkauan Internet Gratis ke 108 Pesantren, Pemkot Tangsel Berikan Pelatihan AI untuk Santri
Syahrul YunizarJumat, 31 Juli 2026 | 17.30 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengungkap perkembangan pelaksanaan program internet gratis yang kini sudah masuk sampai ke pondok-pondok pesantren. (Pemkot Tangsel)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus meluaskan jangkauan internet gratis. Terbaru, sebanyak 108 pondok pesantren mendapatkan fasilitas tersebut. Tidak hanya itu, para santri juga diberikan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan bahwa langkah tersebut terlaksana berkat kerja sama dengan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dan Institut Teknologi Tangerang Selatan. Tujuannya untuk mengembangkan Tangsel Digital Academy yang fokus pada peningkatan literasi digital bagi para santri.

”Santri memiliki 2 fondasi utama, yaitu ilmu pengetahuan dan iman serta taqwa. Ketika dipadukan dengan kemampuan digital, peluang untuk membuka akses terhadap berbagai pengetahuan dan kesempatan akan semakin luas,” terang dia dalam keterangan resmi pada Jumat (31/7).

Untuk itu, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Tangsel terus meluaskan jangkauan internet gratis sampai ke pondok pesantren. Tidak hanya itu, masjid dan musala juga menjadi sasaran program. Sehingga dari total 5.000 titik internet gratis, 763 titik diantaranya tersebar di musala, masjid, dan pondok pesantren.

Baca Juga: Skema Baru, Bansos PKH dan BPNT Akan Dicairkan Lewat 900 Kopdes

Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin menyampaikan bahwa kerja sama untuk menjalankan program tersebut merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah (pemda) dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses setara di era digital. Khususnya akses internet yang memang kini sangat dibutuhkan.

”Kerja sama ini bertujuan memperkuat transformasi digital di lingkungan pesantren melalui penyediaan layanan internet gratis yang andal serta program peningkatan kapasitas digital bagi para santri,” kata Asep.

Lewat kerja sama dan program tersebut, Pemkot Tangsel memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk para santri di pondok pesantren, mendapatkan akses dan kesempatan yang sama dalam menghadapi tantangan di era digital. Menurut Asep, kolaborasi strategis itu dirancang untuk mencapai sejumlah sasaran spesifik.

”Tujuan dari kerja sama ini mencakup penyediaan akses internet gratis bagi seluruh pesantren di Kota Tangerang Selatan sebagai sarana pembelajaran, dakwah, dan pengembangan inovasi. Selain itu, kami ingin meningkatkan literasi digital para santri agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas, produktif, aman, dan bertanggung jawab,” harapnya.

Program tersebut, lanjut Asep, diarahkan untuk mengembangkan ekosistem digital pesantren serta memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Smart City Tangsel yang inklusif. Khusus untuk pesantren, program itu diyakini tidak hanya memberikan akses internet gratis, melainkan turut menjadi menunjang proses belajar mengajar.

”Bagi para santri, mereka akan memiliki kemampuan literasi digital yang baik, menguasai keterampilan TI yang dibutuhkan dunia kerja, mampu menjadi kreator konten positif dan pendakwah digital, serta memiliki bekal menjadi wirausahawan digital atau digital entrepreneur,” kata dia.

Baca Juga: Polri Ringkus Buronan Interpol Leny Agusya di Bandara Soetta

Asepin pun menjelaskan bahwa kolaborasi Pemkot Tangsel dan FSPP serta Institute Teknologi Tangerang Selatan meliputi penyediaan layanan internet gratis di seluruh pesantren, pelatihan literasi digital, pelatihan keamanan siber, pelatihan pemasaran digital atau digital marketing, serta pelatihan AI untuk pendidikan dan usaha.

”Juga mencakup pelatihan pembuatan konten kreatif, pelatihan UMKM digital, pendampingan transformasi digital pesantren, kompetisi inovasi digital antar-santri, hingga pembentukan komunitas Santri Digital Tangerang Selatan,” tegasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan