JawaPos.com - Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menjadi titik fokus pengamanan ketat pada Jumat (17/7). Sebanyak 4.132 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat.
Massa yang turun ke jalan ini merupakan gabungan dari sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Jakarta. Di antaranya adalah BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ), BEM Universitas Trilogi, BEM Institut STIAMI, dan BEM Universitas Paramadina.
Untuk memastikan kesiapan pasukan, apel gelar pelayanan pengamanan telah dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di Silang Barat Daya Monas. Agenda penting ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono.
Apel tersebut bertujuan memastikan seluruh personel di lapangan siap memberikan pelayanan terbaik. Pihak kepolisian berkomitmen agar penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Larangan Senjata Api dan Instruksi Humanis
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya. Ia menekankan agar pengamanan mengedepankan pendekatan yang humanis serta profesional.
"Pengamanan unjuk rasa adalah bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Saya mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan sikap humanis, persuasif, tidak mudah terpancing provokasi, tidak ada personel yang membawa senjata api, serta mengutamakan dialog dalam setiap pelaksanaan tugas," ujar Reynold, Jumat (17/7).
Langkah ini diambil demi menjaga situasi di lapangan tetap kepala dingin dan menghindari gesekan yang tidak diinginkan antara petugas dan mahasiswa.
Antisipasi Kemacetan dan Imbauan Ketertiban
Selain menyiagakan ribuan personel di titik aksi, Polres Metro Jakarta Pusat juga telah mengantisipasi potensi kepadatan arus kendaraan. Rekayasa lalu lintas situasional disiapkan apabila terjadi lonjakan volume kendaraan di sekitar kawasan Monas.
Di sisi lain, Kombes Pol. Reynold turut mengimbau para peserta aksi dari aliansi mahasiswa untuk tetap menjaga ketertiban umum selama menyuarakan tuntutan mereka.
"Kami mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan yang mengganggu kepentingan umum maupun merusak fasilitas publik. Sampaikan aspirasi dengan damai sehingga kegiatan dapat berjalan aman dan kondusif. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center 110 yang siap melayani selama 24 jam," kata Reynold.
Pihak Polres Metro Jakarta Pusat memastikan seluruh rangkaian pengamanan dilakukan secara profesional dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan ibu kota.