JawaPos.com - Sebuah rumah di permukiman padat di kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara nyaris ludes terbakar Minggu (12/7) siang.
kebakaran itu dduga kuat berawal dari korsleting listrik. Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah pemilik rumah mencium bau hangus dari area sekitar tempat tinggalnya.
"Saat ditelusuri, ternyata ada kebulan asap pekat yang bersumber dari rumah kontrakan miliknya yang berada tepat di sebelah rumah tinggalnya," ujar Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, Minggu (12/7).
Salah seorang warga, Nova, berinisiatif menghubungi petugas pemadam kebakaran pada pukul 11.00 WIB untuk meminta bantuan darurat. Agar kebakaran tidak sampai merambat lebih jauh.
Baca Juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Banten Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Lanjutkan Proses Pendinginan
Respons Cepat Petugas Gulkarmat
Menerima laporan tersebut, jajaran Sudin Gulkarmat Jakarta Utara langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian di Jalan Melati 4, RT 10 RW 03, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, dengan titik kenal Jembatan Item.
Petugas mengerahkan unit Quick Response dari Sektor Tanjung Priok untuk melakukan penanganan awal.
Total ada 4 unit armada pemadam kebakaran beserta 20 personel yang diterjunkan ke lokasi.
Petugas tiba di lokasi pada pukul 11.02 WIB dan langsung memulai proses lokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Kerugian Materiil dan Penyelamatan Warga
Proses pemadaman berlangsung relatif singkat berkat kesigapan para petugas di lapangan.
Baca Juga: Cegah Kebakaran, TPA Benowo di Surabaya Kini Dijaga 24 Jam dan Dipantau CCTV
Setelah melalui tahap lokalisir dan pendinginan, operasi pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 11.29 WIB di bawah komando Perwira Piket, Buang.
Objek yang terdampak kebakaran merupakan rumah tinggal dua lantai dengan luas area sekitar 24 meter persegi yang dihuni oleh seorang pengontrak bernama Legimin.
Meski menghanguskan isi bangunan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sebanyak satu Kartu Keluarga (KK) yang terdiri dari 4 jiwa dilaporkan berhasil diselamatkan.
Sementara itu, total kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 20.000.000.