JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung kembali melanjutkan proyek normalisasi Kali Ciliwung yang sempat terhenti selama beberapa tahun.
Langkah ini diawali dengan percepatan pembebasan lahan di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, guna menyambung kembali pembangunan tanggul yang tertunda.
Hingga saat ini, dari total rencana pembangunan tanggul sepanjang 33,69 kilometer, Pemprov DKI masih harus menuntaskan pembebasan lahan untuk 16,55 kilometer sisanya. Kelurahan Cawang kini menjadi fokus utama pergerakan di lapangan.
Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau langsung perkembangan proyek di Kelurahan Cawang, Jumat (10/7). Ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh tahapan pembebasan lahan di wilayah tersebut sebelum tahun ini berakhir.
"Alhamdulillah, di RW 03 Kelurahan Cawang ini dari target 170 bidang, telah selesai 62 bidang. Namun, hingga akhir tahun ini kami menargetkan seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan," ujar Gubernur Pramono.
Politikus PDIP ini berharap percepatan ini mampu mengoptimalkan kinerja Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang selama ini kerap terhambat dalam melakukan penataan sungai di lapangan.
"Program ini merupakan kelanjutan dari normalisasi yang sempat terhenti cukup lama. Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak lagi seperti sebelumnya," imbuhnya.
Kucuran Dana Rp 300 Miliar dan Target HUT Jakarta
Demi memuluskan ambisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp 300 miliar pada tahun anggaran 2026. Dana ini dialokasikan khusus untuk pembebasan lahan serta penanganan di tiga sungai krusial: Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
Pramono memastikan dukungan finansial tidak akan berhenti di sini dan bakal terus berlanjut pada tahun anggaran 2027. Jika seluruh target pembebasan lahan berjalan sesuai rencana, sebuah pencapaian besar diproyeksikan matang pada tahun depan.
"Apabila target tersebut tercapai, maka pada tahun 2027, bertepatan dengan HUT ke-500 Kota Jakarta, normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang dapat terwujud," imbuh Pramono.
Menjadi Model Percontohan untuk 14 Kelurahan
Proyek normalisasi sungai ini dirancang sebagai solusi penanganan banjir Jakarta untuk jangka menengah dan panjang. Manfaat menyeluruh dari normalisasi Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama ini ditargetkan dapat dirasakan langsung oleh warga ibu kota pada tahun 2029.
Khusus sepanjang tahun 2026, Pemprov DKI fokus membebaskan lahan sepanjang dua kilometer yang membentang di tiga wilayah, yakni Kelurahan Cawang, Rawajati, dan Pengadegan.
Menariknya, proses yang berlangsung di Kelurahan Cawang ini akan dijadikan sebagai pilot project atau percontohan untuk pembebasan lahan di belasan wilayah lainnya.
Secara total, ada 14 kelurahan yang masuk dalam daftar penataan. Saat ini, baru empat lokasi yang telah resmi ditetapkan untuk dibebaskan, yaitu:
-Kelurahan Cawang
- Kelurahan Rawajati
- Kelurahan Pengadegan
- Kelurahan Cililitan
Baca Juga: Tarif Transjakarta Bakal Naik, Pemprov DKI Tambah Daftar Warga Penerima Kartu Layanan Gratis
Sementara itu, sepuluh kelurahan sisa lainnya hingga kini masih berada dalam tahap penyusunan dokumen pengadaan tanah sebelum dokumen penetapan lokasi (penlok) resmi diterbitkan. (*)