← Beranda
Flyover Latumenten Ditargetkan Rampung Desember 2026, Kemacetan Diproyeksi Berkurang hingga 40 Persen
Yogi Wahyu PriyonoJumat, 3 Juli 2026 | 14.05 WIB
Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan membangun jalan layang baru di Jalan Dr Latumeten, Jakarta Barat. (Yogi Wahyu/ JawaPos)

 

JawaPos.com – Pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terus dikebut dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Proyek senilai Rp259 miliar ini diharapkan menjadi solusi kemacetan kronis di kawasan perlintasan sebidang kereta api yang selama bertahun-tahun menjadi titik kemacetan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan progres pembangunan saat ini telah mencapai 55,2 persen dan masih berjalan sesuai jadwal.

"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena apa? Di sini kalau dilihat pagi, sore, siang kemacetannya sangat tinggi sekali," ujar Pramono saat meninjau proyek, Kamis (2/7).

Baca Juga: Solusi Macet Horor Perlintasan Kereta Grogol, Flyover Latumenten Sentuh 55 Persen

Menurut Pramono, setelah flyover selesai dibangun, Pemprov DKI juga akan menutup perlintasan sebidang di lokasi tersebut agar arus kendaraan tidak lagi terganggu oleh lalu lintas kereta api.

"Sehingga dengan demikian siapa pun harus naik ke atas supaya perlintasan yang sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga menimbulkan kecelakaan seperti yang pernah terjadi di Bekasi pada waktu itu," katanya.

Selain mengurai kemacetan yang diproyeksikan berkurang hingga 40 persen, proyek ini juga dirancang memperkuat integrasi transportasi publik. Nantinya akan dibangun skywalk, halte Transjakarta yang terhubung langsung dengan kawasan flyover, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dilengkapi lift sehingga lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, maupun pengguna kereta bayi.

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengatakan pembangunan flyover bermula dari aspirasi warga yang selama bertahun-tahun mengeluhkan kemacetan akibat padatnya perlintasan kereta.

Baca Juga: Anggota DPRD DKI Kenneth Soroti Kemacetan di Lokasi Proyek Flyover Latumenten

"Pada 2024 lalu saya ada kunjungan kerja ke daerah sini saat reses. Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan kajian, proyek tersebut masuk tahap lelang pada 2025 dan kini pembangunannya terus berjalan.

"Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai on time seperti yang diharapkan Pak Gubernur," katanya.

Menurut Kenneth, integrasi antara flyover, stasiun KRL, halte Transjakarta, dan layanan JakLingko diharapkan membuat perpindahan moda transportasi menjadi lebih aman dan efisien.

"Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," ujarnya.

Pemprov DKI menargetkan Flyover Latumenten mulai dapat dimanfaatkan masyarakat pada 15 Desember 2026, sekaligus memangkas antrean kendaraan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di salah satu titik kemacetan tersibuk di Jakarta Barat.

EDITOR: Banu Adikara