← Beranda
Dorong Kemandirian Ekonomi, Rustini Muhaimin Bekali Santri Skill Menjahit
Sabik Aji TaufanKamis, 2 Juli 2026 | 02.02 WIB
Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin memberikan pembekalan keterampilan menjahit bagi santri Pondok Pesantren Al Madrosatul Qur'an, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Program ini untuk mendorong santri memiliki kemandirian ekonomi setelah lulus.

Rustini mengatakan, santri perlu memiliki kemampuan di luar keagamaan. Keterampilan ini yang akan dibawa untuk menjalani kehidupan di tengah masyarakat. 

Terlebih, tantangan zaman semakin kompleks. Sehingga, santri pun harus berkembang agar siap menghadapi dinamika sosial.

"Santri tidak cukup hanya belajar ilmu agama dan menghafal Al-Qur'an. Namun, mereka juga harus memiliki keterampilan yang spesifik agar memiliki bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan skill, santri akan lebih percaya diri, lebih mandiri, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya maupun orang lain," ujar Rustini, Rabu (1/7).

Baca Juga: Konstruksi Perkara OTT Bupati Kuansing, Terima Suap Mobil Land Cruiser dari Hasil Kredit Sekda

Istri Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar ini menilai, menjahit merupakan keterampilan yang memiliki peluang ekonomi besar. Keterampilan ini dibutuhkan dalam berbagai jenis usaha.

"Kami ingin pesantren menjadi tempat lahirnya generasi yang berakhlak mulia, cerdas, sekaligus produktif. Kemandirian ekonomi harus dibangun sejak dini agar para santri mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Rustini berharap semakin banyak program pemberdayaan yang menjangkau lingkungan pesantren, sehingga para santri memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas mereka.

Pelatihan ini disambut antusias para santri yang memperoleh pengenalan teknik dasar menjahit serta motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan sebagai bekal kehidupan di masa mendatang.

EDITOR: Sabik Aji Taufan