← Beranda
TPA Jatiwaringin Mauk Tangerang Terbakar, Petugas Damkar Lakukan Pendinginan
Ryandi ZahdomoRabu, 1 Juli 2026 | 00.28 WIB
Kebakaran melanda TPA Jatiwaringin Mauk Tangerang pada Selasa (30/6/2026). (BPBD Kabupaten Tangerang)

JawaPos.com - Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang pada Selasa (30/6) siang.

Puluhan petugas pemadam kebakaran hingga saat ini masih terus berjaga di lokasi guna memastikan api benar-benar padam sepenuhnya.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, peristiwa ini pertama kali dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Api dengan cepat merambat ke tumpukan sampah yang kering kemudian makin membesar.

Baca Juga: Kebakaran Pergudangan di Jaktim, Bermula dari Asap Misterius Muncul dari Gudang Terkunci

Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan sempat cukup dinamis.

Angin yang berembus kencang di sekitar area TPA menjadi tantangan tersendiri bagi armada di lapangan.

"Masih dalam penanganan, titik api masih ada karena angin cukup kencang," ujar Achmad Taufik saat dikonfirmasi, Selasa (30/6).

Meski begitu, situasi saat ini sudah relatif terkendali. Petugas di lapangan telah berhasil melokalisir perambatan api agar tidak meluas ke area sekitar.

Terjunkan Puluhan Personel dan Armada Damkar

Guna mempercepat proses pemadaman di area gunungan sampah, BPBD Kabupaten Tangerang langsung menerjunkan kekuatan penuh ke zona merah kebakaran.

Baca Juga: Jika Kebakaran Besar Terjadi di Rumah Anda, Mana yang Anda Selamatkan Pertama Kali? Ini Artinya...

"8 sampai 9 unit (mobil pemadam) dengan personel kurang lebih 50 orang. Saat ini sedang pendinginan," tambah Taufik.

Proses pendinginan (cooling down) ini dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi adanya bara api yang masih terpendam di bawah lapisan sampah, yang sewaktu-waktu bisa memicu kepulan asap baru akibat embusan angin.

 

EDITOR: Bayu Putra