JawaPos.com - Menjelang usia lima abad Jakarta, ada perubahan signifikan dari perilaku warganya yang mulai terlihat di ruang-ruang publik.
Perubahan itu menjadi sorotan utama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri gelaran 'Jakarta Penuh Warna' di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (28/6).
Acara yang dihadiri langsung bersama Gubernur Pramono Anung ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-499 Jakarta.
Rano Karno menegaskan bahwa momentum pertambahan usia ini adalah langkah awal yang krusial.
Baca Juga: Pramono Anung Ajak Semua Parpol Layani Warga dan Bangun Jakarta
Pasalnya, pada tahun 2027 mendatang, Jakarta akan resmi menginjak usia sejarah baru, yaitu lima abad.
"Alhamdulillah, perayaan ulang tahun Jakarta ke-499 menjadi awal kita menyambut Jakarta berusia lima abad. Karena itu, lambang Jakarta lima abad adalah lima jari," ujar pria yang akrab disapa Bang Doel tersebut.
Menurut pemeran Si Doel itu, semangat menyambut usia baru ini tercermin dari kolaborasi, kreativitas, serta kedewasaan warga yang memadati area Bundaran HI.
Kedewasaan Warga di Ruang Publik Jadi Sorotan
Salah satu poin penting yang diapresiasi oleh Pemprov DKI adalah meningkatnya budaya tertib di kalangan warga. Perubahan ini sangat terasa di fasilitas transportasi massal yang menjadi urat nadi Jakarta.
Rano mengaku bangga melihat kesadaran kolektif yang mulai tumbuh di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga ketertiban umum selama rangkaian perayaan ulang tahun kota.
Baca Juga: Ada Puncak HUT Jakarta, CFD Rasuna Said Minggu Besok Ditiadakan
"Mudah-mudahan di usia ke-499, warga Jakarta semakin dewasa. Saya melihat masyarakat sudah semakin tertib, bahkan saat mengantre di MRT. Kesadaran masyarakat mulai tumbuh, dan itu menjadi kebahagiaan bagi kami," ungkapnya.
Gebrakan Budaya Baru: Pilah Sampah dari Sumbernya
Selain kedisiplinan di ruang publik, tantangan besar Jakarta ke depan adalah pengelolaan lingkungan.
Rano menegaskan, Pemprov DKI Jakarta kini tengah serius menggodok regulasi dan edukasi terkait sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Langkah ini tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen warga untuk membangun kebiasaan baru.
"Kami ingin membangun budaya baru, yaitu memilah sampah dari sumbernya. Jika itu menjadi kebiasaan masyarakat, pengelolaan sampah Jakarta akan jauh lebih efektif. Yang paling penting adalah menjaga Jakarta," tegas Rano.
Baca Juga: Padi Reborn hingga Mahalini akan Meriahkan Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Untuk mendukung gerakan ini, Pemprov DKI juga berkomitmen mempercepat pembangunan berbagai fasilitas pengolahan sampah modern di sejumlah wilayah strategis ibu kota.
Kemeriahan Jakarta Penuh Warna dan Insentif Tarif Rp1
Acara 'Jakarta Penuh Warna' sendiri sukses memikat perhatian publik dengan menyuguhkan akulturasi budaya yang unik.
Mulai dari pawai balon raksasa, kolaborasi seni Gambang Kromong dengan balet, hingga teater urban bertema perjalanan Jakarta menuju lima abad.
Tidak hanya hiburan, aksi nyata pelestarian lingkungan juga ditunjukkan lewat instalasi seni bertajuk Dari Kardus Jadi Karya yang memanfaatkan limbah daur ulang.
Sebagai kado spesial untuk warga, Pemprov DKI Jakarta juga memberlakukan tarif khusus Rp1 untuk layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.
Baca Juga: Bundaran HI Ditutup Sabtu Sore, Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas Malam Puncak HUT Jakarta
pemprov juga menggratiskan akses ke berbagai destinasi wisata dan fasilitas olahraga milik pemprov sepanjang hari perayaan.