JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memanfaatkan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta untuk menegaskan posisinya di kancah internasional. Dalam ajang Jakarta Twilight Soiree yang digelar di Gedung A.A. Maramis, Jakarta Pusat, Senin (22/6), Jakarta unjuk gigi memamerkan sederet lompatan prestasi globalnya.
Acara bertajuk Commemorating Jakarta’s 499th Anniversary ini tidak hanya menjadi ajang seremonial. Kehadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bersama 50 duta besar (Dubes) dan perwakilan negara sahabat menegaskan kuatnya dukungan diplomatik bagi masa depan Jakarta sebagai kota global.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, usia baru ini menjadi refleksi penting untuk mempercepat transformasi kota yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dalam pidatonya di hadapan para diplomat asing, Pramono memaparkan bukti bahwa arah pembangunan Jakarta sudah berada di jalur yang tepat. Salah satu indikator utamanya adalah kenaikan posisi Jakarta dalam pemeringkatan internasional.
"Komitmen kami tercermin dari meningkatnya peringkat Jakarta dari posisi 74 menjadi 71 dalam Indeks Kota Global. Selain itu, Jakarta juga meraih penghargaan sebagai kota teraman dengan sistem transportasi terbaik kedua di ASEAN," ujar Pramono di Lapangan Banteng, Senin (22/6).
Pramono menambahkan, kawasan bersejarah Lapangan Banteng kini sengaja diintegrasikan dengan Gedung A.A. Maramis. Langkah penataan ini bertujuan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih terkoneksi dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sinergi Proyek Strategis dan Penguatan Sister City
Keberhasilan Jakarta merangkak naik sebagai kota global diakui tidak lepas dari sokongan investasi dan kemitraan internasional. Saat ini, Jakarta sedang mengebut sejumlah megaproyek transportasi publik dan lingkungan.
Mulai dari percepatan MRT Fase 2A, ekspansi jaringan LRT, elektrifikasi armada bus Transjakarta, pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), hingga pembenahan sistem pengelolaan sampah dan air bersih.
"Transformasi ini tidak hanya membentuk masa depan Jakarta, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi kerja sama internasional. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi sahabat Jakarta," tutur Pramono.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa konektivitas adalah syarat mutlak bagi sebuah kota global. Pemprov DKI berkomitmen untuk bergerak lebih agresif di sektor diplomasi kota.
Salah satu strategi jangka pendek yang akan digenjot adalah menghidupkan kembali kerja sama sister city dengan berbagai kota megapolitan di dunia yang selama ini sempat mandek.
"Jakarta telah memiliki sejumlah kerja sama sister city, tetapi sebagian belum berjalan optimal. Kami ingin menguatkan kembali kerja sama tersebut karena konektivitas merupakan syarat penting bagi kota global," tegas Rano Karno.