← Beranda
Beda Sendiri, Karangan Bunga Hitam Putih Dedi Mulyadi di HUT Jakarta Jadi Sorotan
Ryandi ZahdomoSenin, 22 Juni 2026 | 18.45 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diduga mengirimkan karangan bunga ucapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta bernuansa hitam putih di Balai Kota Jakarta, Senin (22/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta menyisakan cerita menarik. Di tengah deretan karangan bunga ucapan selamat yang penuh warna di Balai Kota, ada satu yang mencuri perhatian publik karena penampilannya yang tak biasa.

Karangan bunga tersebut dikirimkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Berbeda dari instansi atau tokoh lain yang memilih warna-warni cerah, pria yang akrab disapa KDM ini justru memilih nuansa hitam dan putih yang kontras.

"Selamat ulang tahun Kota Jakarta ke-499. Kang Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat," demikian bunyi tulisan pada karangan bunga unik tersebut.

Hingga saat ini, KDM belum memberikan keterangan resmi mengenai apakah etul karangan bunga itu dikirim oleh dirinya serta filosofi di balik pilihan warna tersebut. Secara umum, Hitam umumnya melambangkan duka dan kehilangan. Sementara putih melukiskan keikhlasan serta kedamaian.

Kombinasi hitam dan putih juga sering dikaitkan dengan simbol ketegasan, transisi, atau keseimbangan antara duka dan kedamaian.

Hingga kini pria yang juga aktif di media sosial ini belum memberikan keterangan mengenai makna karangan bunga ini.

Baca Juga: Usai Driver Nangis Histeris, Dishub DKI Bakal Minta Seluruh Mal Jakarta Sediakan Parkir Gratis Ojol

Diketahui, selain KDM, terdapat sejumlah pejabat yang juga mengirimkan karangan bunga. Seperti, dari Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri, Persija Jakarta, Pelindo, dan berbagai BUMD DKI Jakarta.

Lompatan Ekonomi Jakarta Menuju Usia Lima Abad
Terlepas dari dinamika tersebut, momentum menjelang usia lima abad ini menjadi pijakan penting bagi Jakarta untuk memperkuat posisinya sebagai motor pertumbuhan nasional.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk membawa Jakarta bertransformasi menjadi kota global yang tangguh, meskipun situasi geopolitik dunia sedang tidak menentu.

"Hampir 500 tahun perjalanan telah dilalui. Hari ini, di usia 499 tahun, Jakarta berada di gerbang menuju lima abad. Sebuah perjalanan yang mengajak kita menoleh sejenak ke masa lalu, sekaligus menatap masa depan Jakarta dengan penuh harapan," ujar Pramono saat memimpin Upacara Peringatan HUT Jakarta di Monas, Senin (22/6/2026).

Ketangguhan Jakarta bukan sekadar isapan jempol. Berdasarkan data Pemprov DKI, ekonomi Jakarta menunjukkan performa impresif dengan capaian realisasi investasi menyentuh angka Rp270 triliun sepanjang tahun 2025.

Tren positif ini berlanjut pada triwulan pertama tahun 2026. Perekonomian Jakarta tercatat tumbuh 5,59 persen dan menyumbang 16,67 persen terhadap ekonomi nasional, dengan inflasi yang terjaga ketat di angka 2,45 persen.

Jaring Pengaman Sosial dan Antisipasi Krisis Iklim
Pramono memastikan bahwa rapor hijau pertumbuhan ekonomi ini langsung berdampak ke akar rumput melalui optimalisasi jaring pengaman sosial.

Beberapa program andalan yang terus diperluas mGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diduga mengirimkan karangan bunga ucapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta bernuansa hitam putih di Balai Kota Jakarta, Senin (22/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
anfaatnya antara lain:

- Akses Pendidikan: Penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus untuk 707.477 pelajar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi 15.825 mahasiswa.

- Layanan Kesehatan: Optimalisasi "Pasukan Putih" untuk layanan medis langsung ke rumah warga yang sakit (home service).

- Mobilitas Warga: Perluasan layanan transportasi publik gratis hingga wilayah Jabodetabek untuk 15 golongan masyarakat.

Di sisi lain, Jakarta juga harus berkejaran dengan waktu menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya ancaman fenomena El Nino yang diprediksi memicu kemarau ekstrem.

Pemerintah DKI bergerak cepat melalui strategi mitigasi dengan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH), memperkuat pengendalian banjir terintegrasi, hingga menggalakkan gerakan urban farming di pemukiman padat.

Menyongsong status baru sebagai pusat kebudayaan global, wajah transportasi massal Jakarta juga dipastikan kian modern.

Tahun ini, sejumlah proyek infrastruktur strategis ramah lingkungan memasuki fase krusial. Proyek tersebut meliputi pengoperasian LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai, kelanjutan proyek MRT Fase 2A, serta pembangunan pedestarian dek di kawasan TOD Dukuh Atas.

Tidak hanya membangun fasilitas modern, Pemprov DKI juga mengebut revitalisasi kawasan bersejarah dan pusat ekonomi lama. Titik ikonik seperti Kota Tua, Blok M, Pasar Baru, Glodok, dan Pecinan kini disulap menjadi hab pariwisata yang ramah pejalan kaki.

"Jangan pernah kehilangan optimisme terhadap kota ini. Sejarah telah mengajarkan kita bahwa Jakarta selalu bangkit tanpa meninggalkan warganya," imbuh Pramono.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin