Namun, menjadi kota global tidak cukup hanya dengan membangun gedung pencakar langit, memperluas jaringan transportasi, atau menghadirkan teknologi digital. Kota global yang sesungguhnya adalah kota yang mampu memastikan kesejahteraan warganya tumbuh secara merata.
Menurut, Ade Suherman, Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PKS, momentum peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi: sejauh mana pertumbuhan ekonomi Jakarta benar-benar menghadirkan kedaulatan bagi rakyatnya?
Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn 22 Juni 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
Ketahanan Pangan dan Energi sebagai Fondasi Kota Masa Depan
Ade Suherman mengatakan pangan adalah kebutuhan dasar sekaligus fondasi stabilitas sosial. Karena itu, berbagai program pangan bersubsidi yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus terus diperkuat agar mampu menjaga daya beli masyarakat.
Namun, ketahanan pangan tidak bisa berdiri sendiri. Jakarta juga harus mulai memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di gedung-gedung pemerintah dan fasilitas publik.
"Ke depan, APBD harus diarahkan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kemandirian pangan dan energi yang berkelanjutan," tuturnya.
UMKM dan Koperasi: Jantung Ekonomi Kerakyatan
Baca Juga: Jurgen Klopp Balas Kritik Rafael van der Vaart terhadap Virgil van Dijk
Di tengah dinamika ekonomi global, UMKM dan koperasi tetap menjadi tulang punggung perekonomian Jakarta. Berbagai program inkubasi usaha, pengembangan kewirausahaan, serta penataan lokasi binaan dan lokasi sementara bagi pelaku usaha mikro telah berjalan dengan baik. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas.
"Koperasi harus bertransformasi menjadi lembaga ekonomi modern yang mampu membuka akses permodalan, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing pelaku usaha lokal," ucap dia. Menurutnya, ekonomi Jakarta akan semakin kokoh apabila pertumbuhannya bertumpu pada kekuatan usaha rakyat.
Transportasi Publik yang Berkeadilan
Ade Suherman menuturkan transportasi publik bukan sekadar layanan mobilitas, melainkan urat nadi pertumbuhan ekonomi kota.
"Integrasi antarmoda yang semakin baik telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, efisiensi dan akuntabilitas tetap harus menjadi perhatian utama," ucap dia.
Kata dia, temuan terkait ketidaktepatan pembayaran subsidi transportasi harus menjadi pelajaran penting untuk memperkuat sistem verifikasi dan pengawasan.
"Transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan efisien merupakan hak seluruh warga Jakarta," imbuhnya.
Baca Juga: Francisco Conceicao Tegaskan Pemain Timnas Portugal Tak Terpaksa dan Wajib Suplai Bola untuk Ronaldo
Menyiapkan SDM Unggul untuk Jakarta Global
Jakarta membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif. Berbagai program pelatihan kerja yang dilaksanakan melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) harus terus diperkuat agar selaras dengan kebutuhan industri masa depan.
Keberhasilan program pelatihan tidak boleh hanya diukur dari jumlah peserta atau sertifikat yang diterbitkan, tetapi dari seberapa banyak lulusan yang terserap dunia kerja, mampu berwirausaha, atau meningkatkan kesejahteraannya.
"Pelatihan kerja harus benar-benar menerapkan prinsip link and match dengan kebutuhan pasar, termasuk pada sektor ekonomi digital, industri kreatif, logistik, manufaktur, dan ekonomi hijau," ungkapnya.
BUMD sebagai Agen Pelayanan Publik
BUMD memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai agen pelayanan publik.
Karena itu, setiap penyertaan modal daerah harus diikuti dengan peningkatan kinerja, efisiensi operasional, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Temuan berulang terkait tata kelola, inefisiensi, hingga persoalan administrasi harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh. BUMD yang sehat dan profesional akan menjadi salah satu pilar penting bagi kemandirian fiskal Jakarta," bebernya.
Tata Kelola yang Bersih dan Akuntabel
Baca Juga: Francisco Conceicao Tegaskan Pemain Timnas Portugal Tak Terpaksa dan Wajib Suplai Bola untuk Ronaldo
Transformasi Jakarta menuju kota global harus dibangun di atas fondasi tata kelola yang baik.
Berbagai catatan Badan Pemeriksa Keuangan terkait pengelolaan aset, administrasi, dan akuntabilitas keuangan harus segera ditindaklanjuti secara serius.
Setiap rupiah APBD adalah amanah rakyat yang harus dikelola secara efektif, efisien, dan transparan.
Pengawasan berbasis data dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) harus menjadi budaya baru dalam pemerintahan.
Menjelang usia ke-500 tahun, Jakarta membutuhkan keberanian untuk berbenah, berinovasi, dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang dicapai benar-benar menghadirkan keadilan bagi seluruh warganya.
Jakarta yang maju bukan hanya kota dengan gedung-gedung tinggi dan teknologi canggih, tetapi kota yang mampu menjamin akses terhadap pangan, pekerjaan, transportasi, energi, dan kesempatan ekonomi yang setara.