← Beranda
Pramono Sebut Pada HUT ke-499 Jakarta, Investasi Tembus Rp 270 Triliun di Tengah Ancaman El Nino
Ryandi ZahdomoSenin, 22 Juni 2026 | 17.41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Senin (22/6). (Ryandi Zahdomo/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk membawa Jakarta bertransformasi menjadi kota global yang tangguh. Di tengah ketidakpastian geopolitik dunia, ekonomi Jakarta justru menunjukkan performa impresif dengan capaian realisasi investasi menyentuh angka Rp 270 triliun sepanjang tahun 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Senin (22/6). Momentum menuju usia lima abad ini menjadi pijakan penting bagi Jakarta untuk tetap berdiri kokoh sebagai motor pertumbuhan nasional.

"Hampir 500 tahun perjalanan telah dilalui. Hari ini, di usia 499 tahun, Jakarta berada di gerbang menuju lima abad. Sebuah perjalanan yang mengajak kita menoleh sejenak ke masa lalu, sekaligus menatap masa depan Jakarta dengan penuh harapan," ujar Pramono. 

Baca Juga: Punya Kandungan Antioksidan, Ini 5 Manfaat Makan Telur Bebek Seminggu Sekali

Fondasi Ekonomi Kuat dan Jaminan Sosial Warga

Di tengah situasi global yang tidak mudah, rapor hijau ekonomi Jakarta menjadi modal berharga. Selain investasi yang meroket, inflasi Jakarta terkendali di angka 2,45 persen sepanjang 2025. Tren positif ini berlanjut pada triwulan pertama tahun 2026, di mana perekonomian Jakarta tumbuh 5,59 persen dan menyumbang 16,67 persen terhadap ekonomi nasional.

"Eskalasi geopolitik telah memengaruhi dinamika pertumbuhan ekonomi global. Kondisi ini juga memberi dampak bagi Jakarta selaku jangkar stabilitas. Namun, efisiensi dan penajaman program prioritas terus kita lakukan," tambah Pramono.

Pramono memastikan pertumbuhan ekonomi ini berdampak langsung ke akar rumput melalui jaring pengaman sosial. Diantaranya, akses Pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus untuk 707.477 pelajar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi 15.825 mahasiswa.

Baca Juga: Tanggapan Ruben Onsu Usai Sarwendah Sebut Rumah Tempat Syuting Endorse Giorgio Antonio Bagiannya

Lalu, program pemutihan ijazah disertai perluasan kesempatan kerja melalui program padat karya. Kemudian, optimalisasi "Pasukan Putih" yang bersiaga memberikan layanan kesehatan home service langsung ke rumah warga sakit.

Serta perluasan layanan transportasi publik gratis hingga wilayah Jabodetabek untuk 15 golongan masyarakat.

"Selain itu, penerima manfaat pemenuhan kebutuhan dasar untuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak juga diperluas," jelasnya.

Antisipasi Krisis Iklim dan Ancaman El Nino

Meski mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang solid, Jakarta kini berkejaran dengan waktu dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Fenomena El Nino diprediksi memicu kemarau ekstrem yang dapat mengancam ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih di Ibu Kota.

Menanggapi alarm pemanasan global ini, Pemprov DKI bergerak cepat melalui strategi mitigasi. Mulai dari penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai daerah resapan, pengendalian banjir yang terintegrasi, hingga memasifkan gerakan urban farming di pemukiman padat penduduk.

Masalah akut perkotaan seperti pengelolaan sampah juga menjadi sorotan utama. Pramono menyerukan agar gerakan memilah sampah dari rumah menjadi budaya baru warga. Menurutnya, menjelang usia lima abad, Jakarta tidak boleh mewariskan masalah lingkungan kepada generasi masa depan.

Baca Juga: 5 Weton Pekerja Keras dengan Hidup Membaik dan Berpotensi Kaya Raya Menurut Primbon Jawa

LRT Manggarai dan Revitalisasi Kawasan

Menyongsong status baru sebagai kota global dan pusat kebudayaan, wajah transportasi massal Jakarta dipastikan kian modern. Pemerintah tengah mempercepat sejumlah agenda infrastruktur strategis yang ramah lingkungan dan terintegrasi.

Beberapa proyek raksasa yang masuk dalam fase krusial tahun ini meliputi pengoperasian LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai, kelanjutan proyek MRT Fase 2A, serta pembangunan pedestarian dek di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.

Tak hanya menyasar infrastruktur modern, penataan kawasan bersejarah dan pusat ekonomi lama juga dikebut. Titik-titik ikonik seperti Kota Tua, Blok M, Pasar Baru, Glodok, dan Pecinan kini disulap menjadi hab pariwisata baru yang lebih ramah pejalan kaki sekaligus menjadi ruang interaksi sosial lintas generasi.

"Jangan pernah kehilangan optimisme terhadap kota ini. Sejarah telah mengajarkan kita bahwa Jakarta selalu bangkit tanpa meninggalkan warganya," imbuh Pramono.

EDITOR: Bintang Pradewo