JawaPos.com - Kasus perampokan sadis terjadi di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/6). Sebuah rumah di Jalan Pati menjadi sasaran komplotan perampok yang diduga menggasak emas seberat setengah kilogram atau 500 gram. Tak hanya kerugian materi, peristiwa berdarah ini juga menyisakan satu korban yang kini terbaring kritis di rumah sakit.
Pihak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas insiden mencekam yang terjadi di tengah hari bolong ini.
Peristiwa perampokan di Menteng ini langsung menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Pelaku diduga kuat sudah mengincar rumah tersebut sebelum melancarkan aksi nekatnya. Emas batangan milik pemilik rumah menjadi sasaran utama dalam penjarahan ini.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan adanya kerugian materi yang cukup besar dalam kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini.
Baca Juga: Siap-siap! 300 Peserta Bakal Jelajahi 90 Km Sudut Sejarah Kota di TMCR 2026
"Kerugian materil sementara emas sebanyak 500 gram, di sebuah rumah tinggal yang beralamat di Jalan Pati No. 8, RT/RW 08/08, Kel. Menteng Kec. Menteng Jakarta Pusat," ujar Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, Kamis (18/6).
Selain kerugian harta benda, satu orang dilaporkan menjadi korban penganiayaan berat oleh pelaku. Korban berinisial M tersebut menderita luka tusuk yang sangat parah. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat dianiaya pelaku dan kondisinya belum sadarkan diri.
Kronologi Mencekam: Korban Disekap dan Ditusuk Saat Bertamu
Aksi perampokan di Jalan Pati Menteng ini terjadi pada Selasa (16/6) sekitar pukul 12.00 WIB. Korban yang diketahui berinisial M sebenarnya bukan pemilik rumah, melainkan sedang bertamu di kediaman rekan kerjanya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan status keberadaan korban di lokasi kejadian saat wilayah Menteng tersebut disatroni perampok.
Berdasarkan keterangan dari saksi yang berada di lokasi, situasi berubah mencekam ketika dua orang asing tiba-tiba menerobos masuk ke dalam rumah. Tanpa basa-basi, pelaku langsung melakukan tindakan kekerasan.
"Tapi ketika kita temukan, korban itu sudah hampir hilang kesadaran sehingga tidak bisa memberikan keterangan," kata dia.
Akibat serangan membabi buta tersebut, korban mengalami luka 7 tusukan di bagian leher dan punggung. Luka parah ini membuat korban langsung kritis dan harus dilarikan ke ruang perawatan intensif rumah sakit.
Polisi Buru Pelaku dengan Metode Scientific Investigation
Mengingat sadisnya tindakan pelaku, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Saat ini, kepolisian telah membentuk tim gabungan untuk memburu kedua perampok yang masih berkeliaran tersebut.
Baca Juga: Komisi XI DPR RI Minta Pemerintah Perkuat Diplomasi Ekonomi Demi Ruang Fiskal APBN
Penyelidikan intensif dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Metro Menteng, dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Untuk mengungkap identitas pelaku secara akurat, polisi menerapkan metode scientific investigation. Strategi ini mengedepankan pengumpulan bukti secara objektif melalui observasi, analisis, pengujian data, hingga penarikan kesimpulan berdasarkan fakta di lapangan. Polisi optimistis dapat segera meringkus para pelaku dalam waktu dekat.