← Beranda
Bukan Sekedar Terobosan Administrasi Digital, E-PPK dan E-Dasawisma Tangsel Jadi Percontohan Nasional
Syahrul YunizarSabtu, 13 Juni 2026 | 06.05 WIB
Kepala Dinas Kominfo Tangsel TB Asep Nurdin. (Pemkot Tangsel)

 

JawaPos.com - Transformasi digital di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bukan sekedar terobosan administrasi. Beberapa aplikasi seperti E-PKK da E-Dasawisma terbukti efektif. Kini kedua aplikasi tersebut menjadi percontohan nasional hingga jadi rujukan pemerintah daerah (pemda) lain seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel TB Asep Nurdin menyampaikan bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi pilihan, melainkan sudah menjadi keharusan. Sehingga terobosan terus dilakukan oleh jajarannya. Contohnya adalah E-PKK dan E-Dasawisma yang dirancang sebagai salah satu pilar penting dalam penguatan ekosistem Satu Data Tangsel.

”Melalui sistem ini, kader di lapangan mampu menyuplai data riil secara realtime, mulai dari angka stunting, kesejahteraan keluarga, hingga potensi ekonomi mikro. Tugas Diskominfo adalah memastikan infrastruktur jaringan aman dan data tersebut mengalir menjadi dashboard analitik yang siap digunakan oleh pemerintah,” terang dia pada Jumat (12/6).

Dengan basis data tersebut, pemerintah bisa melakukan intervensi kebijakan yang cepat dan tepat. Menurut Asep, digitalisasi tersebut secara langsung berdampak dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat di Tangsel. Diantaranya, basis data E-Dasawisma yang diperbarui secara berkala oleh kader lingkungan untuk memastikan akurasi.

Baca Juga: Pramono Anung Temui HA IPB, Bahas Proyek Kajian Giant Sea Wall di Jakarta

”Penyaluran bantuan sosial atau insentif ekonomi akan jauh lebih tepat sasaran. Risiko salah sasaran atau data ganda bisa kami tekan seminimal mungkin karena datanya diverifikasi langsung dari bawah,” imbuhnya.

Tidak sampai di situ, Asep menyatakan bahwa integrasi data kini menjadi kunci dalam ikhtiar percepatan penanganan isu kesehatan dan penguatan ekonomi lokal di level keluarga. Termasuk diantaranya dalam penanganan stunting dan tumbuh kembang anak. Dengan integrasi tersebut, data-data dapat dimonitor oleh puskesmas dan dinas kesehatan.

”Sehingga intervensi gizi buruk bisa dilakukan hari itu juga tanpa birokrasi yang berbelit,” imbuhnya.

Selain itu, pemberdayaan juga semakin baik. Sebab, data pelaku UMKM binaan PKK di setiap kelurahan langsung terpetakan secara makro. Data tersebut memudahkan Dinas Koperasi dan UKM Tangsel melaksanakan program pelatihan dan bantuan modal usaha yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Asep menyebut, akurasi tata kelola berbasis digital itu yang kemudian menarik perhatian TP PKK Kabupaten Paser, Kaltim untuk datang langsung ke Tangsel dan mengadopsi sistem serupa. Rombongan delegasi tersebut diterima langsung oleh Ketua TP PKK Kota Tangsel Tini Indrayanthi Benyamin.

Dalam kesempatan itu, Tini menyambut hangat kedatangan delegasi dari Paser. Menurut dia, kunjungan tersebut menjadi kesempatan yang baik untuk saling berbagi pengalaman serta memperkuat sinergi antardaerah. Menurut dia, setiap daerah punya keunggulan yang dapat dibagi satu sama lain.

”Mudah-mudahan pertemuan ini menghasilkan banyak informasi baru dan menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan kita demi kemajuan gerakan PKK,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris PKK Kabupaten Paser Yola Yusuf mengakui bahwa sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berbatasan langsung dengan Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser dituntut melakukan akselerasi digital. Tujuannya untuk mengimbangi laju perkembangan di kawasan tersebut.

”Kami saat ini masih manual, baik pencatatan maupun administrasi pendukung lainnya. Kami ingin belajar langsung bagaimana Tangsel mengelola SIM PKK agar bisa kami terapkan di Paser,” ujarnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan