← Beranda
Kapolda Metro Jaya Ingatkan Pengamanan Demo Mahasiswa di Jakarta hanya Satu Komando
Syahrul YunizarJumat, 12 Juni 2026 | 20.30 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri. (ANTARA/Risky Syukur)

 

JawaPos.com - Jumlah personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan aksi demo mahasiswa di Jakarta hari ini bertambah dari 4.151 menjadi 6.088 orang. Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri mengingatkan instruksi untuk ribuan personel tersebut hanya satu komando.

Personel sebanyak itu terdiri atas 500 personel TNI, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel BKO Korsabhara, 3.802 personel dari Polda Metro Jaya, dan 586 personel dari jajaran polres. Kepada ribuan personel tersebut, Komjen Asep mengingatkan tidak ada pergerakan yang dilakukan tanpa instruksi.

”Seluruh tindakan di lapangan harus satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi,” ucap Asep pada Jumat (12/6).

Perintah itu dia tegaskan saat memimpin Apel sebelum ribuan personel tersebut digelar ke titik tugas masing-masing. Dia juga menekankan agar jajarannya selalu mengedepankan komunikasi persuasif dalam menghadapi dinamika massa aksi di lapangan.

”Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis, terukur, dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Kelompok mahasiswa yang menyampaikan aspirasi hari ini, lanjut Asep, merupakan bagian dari masyarakat yang harus dilayani dan dijaga. Karena itu, dia juga memastikan tidak ada anak buahnya yang membawa atau menggunakan senjata api dalam pengamanan aksi tersebut.

”Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Usai pelaksanaan apel, ribuan personel gabungan tersebut langsung bergerak ke beberapa titik seperti Gedung DPR-MPR, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Kuda, dan beberapa di sekitar Cikini Raya. Petugas juga digerakkan ke beberapa ruas jalan sebagai antisipasi kepadatan arus lalu lintas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa instansinya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Pengamanan oleh ribuan personel dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas lainnya.

”Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” kata Budi kepada awak media.

Kepada seluruh peserta aksi, Budi mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib. Dia meminta massa tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, serta tetap menghormati pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi aksi.

”Kami mengimbau peserta aksi untuk tetap tertib, tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” ajaknya.

EDITOR: Estu Suryowati