← Beranda
Harga BBM Melambung Tinggi, KRL Jadi Pilihan Paling Hemat bagi Komuter Bekasi dan Tangerang ke Jakarta, Ini Cara Naiknya 
Rian AlfiantoRabu, 10 Juni 2026 | 21.55 WIB
Rangkaian kereta rel listrik (KRL) Tanah Abang-Rangkasbitung melintas di kawasan Pejompongan, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kenaikan harga bahan bakar sering kali membuat biaya perjalanan harian membengkak, terutama bagi pekerja yang setiap hari harus masuk ke kawasan perkantoran Jakarta. Di tengah kondisi tersebut, Kereta Rel Listrik (KRL) masih menjadi salah satu moda transportasi paling ekonomis karena tarifnya tetap terjangkau dan jangkauannya luas.

Bagi komuter dari Bekasi dan Tangerang, KRL dapat menjadi alternatif untuk memangkas pengeluaran transportasi sekaligus menghindari kemacetan yang kerap terjadi di jalan tol dan jalan arteri menuju Jakarta.

Dari Bekasi, Banyak Tujuan Bisa Dicapai Tanpa Transit

Baca Juga: Menkeu Pastikan Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Aman bagi Inflasi Nasional

Pengguna KRL dari Bekasi memiliki keuntungan karena sejumlah kawasan perkantoran Jakarta dapat dijangkau secara langsung tanpa perlu berganti kereta.

Untuk menuju kawasan Jakarta Pusat seperti Menteng, Gambir, hingga Bundaran HI, penumpang dapat naik KRL dari Stasiun Bekasi atau Kranji menuju jalur Cikarang dan turun di Stasiun Gondangdia, Juanda, atau Sudirman sesuai lokasi tujuan.

Sementara bagi pekerja yang berkantor di kawasan Sudirman dan sebagian Jakarta Selatan, perjalanan cukup dilakukan menuju Stasiun Manggarai sebelum melanjutkan ke Stasiun Sudirman atau Karet.

Dari Tangerang, Cukup Satu Kali Transit

Baca Juga: Balas Sindiran Netizen Usai Insiden dengan oknum Suporter di Laga Indonesia vs Mozambike, Beckham Putra Jawab dengan Emoji 3 Piala

Komuter dari Tangerang Kota juga memiliki akses yang relatif mudah menuju pusat bisnis Jakarta meski membutuhkan satu kali perpindahan kereta.

Perjalanan dapat dimulai dari Stasiun Tangerang, Tanah Tinggi, atau Batu Ceper menuju Stasiun Duri. Dari sana, penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke Tanah Abang, Sudirman, Manggarai, hingga kawasan perkantoran Jakarta Selatan.

Untuk pekerja yang berkantor di area Senayan dan sekitar SCBD, transit di Tanah Abang kemudian melanjutkan perjalanan ke Stasiun Palmerah menjadi salah satu rute yang paling praktis.

Sedangkan bagi pekerja yang menuju kawasan Gatot Subroto dan Kuningan, perjalanan dapat dilakukan melalui rute Duri–Manggarai sebelum melanjutkan ke Stasiun Tebet atau Cawang.

Biaya Lebih Murah Dibanding Kendaraan Pribadi

Selain lebih cepat pada jam-jam sibuk, KRL juga menawarkan biaya perjalanan yang jauh lebih rendah dibanding penggunaan kendaraan pribadi.

Baca Juga: Protes Program MBG, Massa MBG Watch Ajak Warga Klaksonkan Kekecewaan di Depan Kantor BGN

Pengguna hanya perlu menyiapkan Kartu Multi Trip (KMT) atau kartu uang elektronik perbankan seperti Flazz, e-Money, TapCash, maupun Brizzi untuk melakukan pembayaran.

Dengan biaya perjalanan yang relatif tetap setiap hari, komuter dapat lebih mudah mengatur pengeluaran bulanan meskipun harga BBM mengalami kenaikan.

Manfaatkan Aplikasi untuk Perjalanan Lebih Efisien

Agar perjalanan semakin nyaman, penumpang disarankan menggunakan aplikasi C-Access dari KAI Commuter. Aplikasi ini menyediakan informasi jadwal perjalanan, posisi kereta secara real-time, hingga estimasi

Baca Juga: Terbongkar! Motor Jatuh dan Rusak di FP2 Bikin Veda Ega Pratama Kesulitan Bersaing di Moto3 Hungaria 2026 kedatangan.

Fitur tersebut membantu pengguna memilih waktu keberangkatan yang tepat sekaligus mengurangi waktu tunggu di stasiun.

Hindari Jam Sibuk untuk Perjalanan Lebih Nyaman

Kepadatan penumpang biasanya terjadi pada jam berangkat kerja antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB dan jam pulang kerja sekitar pukul 16.30 hingga 19.00 WIB.

Jika memungkinkan, berangkat lebih awal atau pulang sedikit lebih malam dapat menjadi strategi sederhana untuk mendapatkan perjalanan yang lebih nyaman tanpa harus berdesakan di dalam kereta.

EDITOR: Bintang Pradewo