← Beranda
Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026 Dibuka di PIK 2
Dinarsa KurniawanJumat, 5 Juni 2026 | 23.28 WIB
Peresmian Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026 di NICE PIK 2. (Istimewa)

 


JawaPos.com - Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026 resmi dibuka di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta Utara, Kamis (4/6). Pameran yang berlangsung hingga 7 Juni 2026 itu menghadirkan ekosistem industri bahan bangunan, keramik, dan properti dalam satu platform yang mempertemukan pelaku usaha, profesional, investor, hingga masyarakat umum.

“Penyelenggaraan Keramika Indonesia Expo ke-11, Megabuild, dan Megaproperty 2026 menjadi momentum krusial bagi kebangkitan industri nasional menuju posisi empat besar produsen global,” kata Faisol Riza saat membuka pameran tersebut.

Sejak hari pertama, area Hall 5, 6, dan 7 NICE PIK 2 dipadati pengunjung profesional yang terdiri dari arsitek, kontraktor, desainer interior, pengembang properti, hingga investor.

Usai seremoni pembukaan, Faisol Riza melakukan kunjungan ke sejumlah stan untuk melihat langsung berbagai teknologi manufaktur dan proyek properti yang dipamerkan.

Pameran ini mengusung konsep The Ultimate 3-in-1 Sourcing Hub yang menyatukan kebutuhan industri bangunan, keramik, dan properti dalam satu lokasi.

Konsep tersebut hadir untuk mempermudah para pelaku industri yang selama ini harus mencari inovasi material, produk keramik, dan peluang investasi properti di tempat berbeda.

Tiga pilar utama menjadi daya tarik pameran tahun ini. Megabuild 2026 menampilkan inovasi bahan bangunan, teknologi rumah pintar, dan solusi konstruksi.

Keramika Indonesia 2026 menghadirkan berbagai teknologi manufaktur, mesin produksi, produk keramik, hingga sanitary ware. Sementara Megaproperty Expo 2026 menjadi wadah pertemuan antara pengembang properti dengan investor maupun calon pembeli.

Berbagai merek ternama turut ambil bagian, di antaranya Arwana, Quadra, Milan, Roman, Indogress, dan Concord.

Pameran ini juga didukung berbagai asosiasi industri seperti Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia, Himpunan Desainer Interior Indonesia, dan Ikatan Arsitek Indonesia.

Ketua Umum ASAKI, Edy Suyanto, mengatakan pameran ini menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan industri keramik nasional dalam hal kualitas, desain, dan teknologi yang mampu bersaing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan proyek premium di dalam negeri.
''Penyelenggaraan pameran berlangsung di tengah tren pemulihan sektor properti yang kembali menjadi salah satu penggerak investasi nasional,'' ungkap dia.

Dia menambahkan, di sisi lain, industri keramik Indonesia juga mencatat peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Kondisi tersebut turut mendorong pertumbuhan industri bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga rantai pasok domestik.

Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya, mengatakan penyatuan tiga pameran dalam satu platform diharapkan dapat mempercepat pertemuan antara inovasi material, teknologi arsitektur, dan investasi properti.

Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai agenda seperti Business Matching, Construction Leaders Summit, seminar, lokakarya arsitektur dan desain interior, kompetisi desain, penghargaan konstruksi, hingga peluncuran produk dan teknologi terbaru dari para peserta pameran.

Pengunjung juga berkesempatan memperoleh berbagai penawaran khusus di kawasan PIK 2 melalui kerja sama dengan PIK Tourism Board.

Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026 terbuka untuk umum tanpa biaya masuk hingga Minggu, 7 Juni 2026, di NICE PIK 2, Jakarta Utara. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan