← Beranda
Kunjungi Kebakaran di Kemayoran Gempol: Wagub Rano Sentil Alasan Warga Ogah Pindah ke Rusun
Ryandi ZahdomoSelasa, 2 Juni 2026 | 20.26 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengunjungi lokasi pengungsian warga di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kebakaran hebat menghanguskan ratusan rumah warga di kawasan padat penduduk Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6) malam. Insiden memilukan ini diduga kuat terjadi akibat korsleting listrik dari salah satu rumah warga.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno langsung meninjau lokasi pengungsian pada Selasa (2/6) siang. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini.

Rano mengaku sempat membujug warga untuk berpindah ke rumah susun (rusun) yang lebih aman. Namun, ajakan itu ditolak oleh warga.

Baca Juga: 5 Cara ke Mall Olympic Garden Malang dari Stasiun dan Terminal, Praktis dan Murah

"Tadi sambil lalu saya juga ngomong dengan beberapa warga, 'Kenapa enggak mau coba dulu masuk rusun?' 'Aduh Pak, kita lahir di sini, Bang. Bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini'," ujar Rano.

"Saya bilang, 'Eh, saya lahir di Kemayoran, di Kepu. Ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran. Masa kita mau sebujak-bujak tinggal di sini.' Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," ungkap Rano.

95 Persen Kebakaran Jakarta Dipicu Korsleting Listrik

Rano Karno mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik di rumah. Menurut data Pemprov DKI, mayoritas kasus kebakaran di ibu kota dipicu oleh arus pendek.

Baca Juga: Harga Anjlok, Peternak di Blitar Bagi-bagi 1 Juta Telur ke Warga

"Provinsi DKI Jakarta prihatin dengan kejadian ini. Dan kembali lagi yang bisa kita lakukan adalah mengulangi, mewarning kepada masyarakat, yang harus pertama kali dijaga adalah listrik," ujarnya di lokadi, Selasa (2/6).

Wagub Rano mengungkapkan, 95 persen kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik. Kebiasaan menumpuk colokan menjadi salah satu pemicu utama.

"Tapi analisa kita, kebakaran di Jakarta 95% diakibatkan karena korsleting listrik. Saya minta maaf, teman-teman tahu bagaimana situasinya. Kadang-kadang dalam rumah seperti ini ada satu stopkontak dicolok 10, charger handphone. Kemudian belum buat kompor segala macam, akibatnya inilah terjadi arus pendek. Nah, itu, itu realita yang kita dapatkan," jelasnya.

Saat ditanya mengenai skema bantuan pembangunan kembali rumah warga yang terbakar, Rano menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memberikan bantuan anggaran, meskipun detail nominalnya masih dalam tahap pembahasan."Ya, kalau membantu bangun rumah kan relatif, tapi membantu anggaran pasti. Bangun rumah kan relatif," katanya.

Data Korban dan Kerusakan Kebakaran Kemayoran

Amukan si jago merah melalap sekitar 250 rumah semi permanen yang dihuni oleh ratusan warga. Berdasarkan rekapitulasi data terbaru, dampak kebakaran ini mencakup wilayah RT 12 hingga 16 di RW 04, serta RT 01 hingga 03 di RW 05.

Baca Juga: Harga Anjlok, Peternak di Blitar Bagi-bagi 1 Juta Telur ke Warga

"Nah, berdasarkan rekapitulasi sementara, kebakaran berdampak pada hampir 304 bangunan, 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak. Terdiri dari 326 laki-laki, 353 perempuan. Dari jumlah tersebut, terdapat 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia SD, 60 anak usia SMP, 22 remaja SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil," urai Wagub DKI.

Pemprov DKI Jakarta telah mendirikan posko pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka untuk memenuhi kebutuhan logistik dan kesehatan para penyintas. Bantuan pangan hingga penanganan trauma psikologis sudah mulai berjalan di lokasi.

"Ada posko kesehatan, ada dapur umum, kemudian ada posko dukungan psikologi untuk anak-anak. Nah, jadi Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik ya berupa makanan, matras segala macam. Selain bantuan pangan, kami juga turut menyalurkan paket sandang pangan natura bagi masyarakat terdampak," tutur Rano.

Selain logistik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI bergerak cepat mengganti dokumen warga yang hangus terbakar. Wagub mengimbau warga terdampak untuk segera melapor ke petugas dinas terkait agar Kartu Keluarga (KK) dan KTP baru bisa segera dicetak.

Kronologi dan Kendala Pemadaman Api

Baca Juga: Bela Dino Patti Djalal Cuma 3 Bulan Jadi Menlu, Anies: Dia Bukan Pejabat Karbitan

Berdasarkan laporan resmi Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, api pertama kali muncul dari rumah salah seorang warga bernama Darmansyah di RT 14 RW 04 sekitar pukul 20.55 WIB. Karena bangunan mayoritas terbuat dari kayu (semi permanen) dan diterjang angin kencang, api dengan sangat cepat meluas.

Proses pemadaman melibatkan 35 unit mobil pemadam gabungan dengan total 175 personel. Petugas sempat menemui kendala di lapangan karena sempitnya akses jalan serta banyaknya warga yang berkerumun menonton kejadian.

Setelah berjuang selama lebih dari tujuh jam, api akhirnya berhasil dipadamkan total pada Selasa subuh pukul 04.15 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun 8 orang warga dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap pekat. Saat ini, area lokasi kebakaran masih diselidiki oleh Tim INAFIS Polri.

EDITOR: Bintang Pradewo