JawaPos.com - Hari Raya Idul Adha menghadirkan ruang perenungan bagi manusia untuk bertanya pada dirinya sendiri. Sejauh mana hidup telah dijalani bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta bersama Dana Mustadhafin menyelenggarakan kegiatan pemotongan dan penyaluran hewan kurban bagi masyarakat. Hal itu sebagai bagian dari memperkuat solidaritas sosial, kepedulian, dan kemanusiaan, di Jakarta.
Dalam momentum Idul Adha tahun ini, total distribusi hewan kurban sendiri yang dikelola Dana Mustadhafin mencapai 6 ekor sapi dan 71 ekor kambing yang disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dalam kolaborasi PW Matahari Pagi DKI Jakarta dan Dana Mustadhafin turut menyalurkan hewan kurban sapi dari Perumda Pasar Jaya.
Baca Juga: Nonton Java Jazz Festival 2026? Transjakarta Perpanjang Jam Operasional Rute T31 PIK 2-Blok M
Bagi PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta, Idul Adha bukan hanya momentum ritual keagamaan, melainkan peristiwa sosial yang menghidupkan kembali makna gotong royong di tengah masyarakat urban yang semakin individual.
“Kurban pada dasarnya adalah pelajaran tentang ketulusan. Ia mengajarkan manusia untuk rela berbagi, mengurangi ego, dan menghadirkan dirinya bagi kebahagiaan orang lain,” tutur Budhi Haryadi, Sekretaris PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta
Sejak pagi hari, suasana kebersamaan begitu terasa kuat. Relawan, masyarakat, dan berbagai elemen komunitas bekerja berdampingan dalam proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban. Tidak ada sekat status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Semua dipersatukan oleh satu semangat yang sama: merawat kemanusiaan.
Baca Juga: Longsor di Lenteng Agung Jaksel: Jalan Raya Amblas, BPBD Sebut Berpotensi Melebar
Di tengah gema takbir dan aktivitas gotong royong yang berlangsung, kegiatan ini menghadirkan pesan tentangnya pentingnya spirit kebersamaan, kepedulian sosial, dan kemanusiaan untuk membangun masyarakat.
PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta menilai solidaritas sosial adalah elemen penting dalam masyarakat. Kolaborasi bersama Dana Mustadhafin dan dukungan dari Pasar Jaya menjadi simbol penting bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan sinergi lintas elemen. Ketika komunitas, lembaga sosial, dan berbagai pemangku kepentingan bersatu, maka manfaat yang dihasilkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dalam kegiatan ini, kurban dimaknai lebih dari sekadar distribusi pangan. Juga simbol kehadiran sosial, bahwa di tengah kesulitan ekonomi dan tantangan kehidupan kota, masih ada hati yang tetap peduli dan tengan yang terus terulur untuk berbagi.
“Kami berterima kasih atas amanah dan kepercayaan dari Pasar Jaya yang telah menitipkan hewan kurban kepada kami. Ini bermakna penting untuk mempererat solidaritas sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat Jakarta,” ujar Budhi Haryadi.
"Semoga Pasar Jaya terus bertumbuh menjadi institusi yang semakin maju, berdaya saing, unggul, serta mampu menembus cakrawala global tanpa kehilangan akar pengabdiannya bagi masyarakat Jakarta," ucap Budhi Haryadi.
Dia turut mendoakan keberangkatan ibadah haji Gubernur DKI Jakarta dan istrinya serta kebaikan bagi masyarakat Jakarta secara luas.
Baca Juga: Pemuda di Tangerang Terciduk Bawa Ganja Rp100 Ribu saat Razia Dini Hari
“Semoga haji pak gubernur Pramono Anung dan Ibu Hani Pramono menjadi haji yang mabrur serta momen idul adha ini semakin memperkuat tali kasih, persaudaraan, serta dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Jakarta," tutur Budhi Haryadi.
PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan yang lebih luas dan berkelanjutan di tengah masyarakat.