← Beranda
Pelaku Ditangkap! Ini Alasan Kenapa Niat Baik Remaja Melerai Cekcok di Bungur Kemayoran Malah Berujung Pengeroyokan
Ryandi ZahdomoSelasa, 26 Mei 2026 | 23.22 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Sebuah niat baik tidak selamanya disambut dengan hangat. Cerita pilu sekaligus geram ini dialami FM dan rekannya yang menjadi korban pengeroyokan gegara melerai orang cekcok di kawasan Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, tepat di depan SPBU Bungur, Minggu (24/5) dini hari.

Dua orang remaja, FM dan rekannya, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok pria yang sedang mengamuk. Ironisnya, insiden ini terjadi tepat saat kedua pelajar tersebut baru saja selesai mengisi bahan bakar dan berniat melerai keributan antara pelaku dengan seorang sopir taksi.

Detik-detik Keributan di Pinggir Jalan

Suasana dini hari pada Minggu, 24 Mei 2026, sekitar pukul 03.15 WIB yang semula tenang, mendadak pecah oleh makian. Sebuah taksi dinilai menghalangi jalan oleh sekelompok pemuda yang emosinya sedang tersulut.

Melihat seorang sopir taksi yang sudah sepuh hendak dihakimi secara sepihak, FM dan temannya langsung berinisiatif turun tangan. Mereka mencoba menenangkan situasi agar keributan tidak meluas.

Namun, bukannya menyurutkan emosi, kehadiran kedua pelajar ini justru menjadi korban sasaran amarah. Dua pria dari kelompok tersebut langsung melayangkan bogem mentah ke arah wajah dan tubuh korban secara membabi buta.

Gerak Cepat Polisi Lewat Patroli Siber

Aksi baku hantam yang mempertontonkan perilaku kasar itu sempat terekam kamera warga dan mendadak viral di jagat maya, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @info.kemayoran. Video tersebut memicu kecaman luas dari netizen yang geram melihat aksi "sok jagoan" di jalanan.

Merespons keresahan warga Jakarta, jajaran Polres Metro Jakarta Pusat langsung bergerak cepat. Meski saat itu korban belum sempat membuat laporan resmi, polisi proaktif menyisir ruang digital untuk melacak identitas korban dan pelaku.

"Sehingga kami berdasarkan informasi yang ada di media sosial, kita proaktif kemudian mencari tahu siapa, di mana, kejadian tersebut, kemudian kita dapatkan identitas korbannya, kemudian kita panggil. Kita datangi, kita panggil ke kantor untuk bikin laporan polisi," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Selasa (26/5).

Pelaku Menyerahkan Diri

Penyelidikan secara scientific investigation langsung dilakukan secara masif. Tim Satreskrim memadukan penelusuran jejak digital, rekaman CCTV di sekitar SPBU Bungur, hingga mengaktifkan jaringan pengamanan seperti Poskamling di sekitar lokasi.

Mengetahui ruang geraknya makin sempit dan identitasnya sudah dikantongi petugas, mental dua pelaku utama berinisial SS dan ASA langsung rontok. Alih-alih kabur ke luar kota, mereka memilih datang sendiri ke kantor polisi untuk menyerahkan diri.

"Hadirnya baru tadi dini hari jam kurang lebih jam 02.00 WIB sampai dengan Polres Metro Jakarta Pusat, kemudian dilakukan pemeriksaan dan langsung penangkapan," jelas AKBP Roby.

Terbakar Alkohol di Larut Malam

Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, polisi mengungkapkan bahwa aksi arogan SS dan ASA muncul karena mereka sedang berada di bawah pengaruh minuman keras.

"Jadi berdasarkan pemeriksaan, dua orang di antara empat ini yang melakukan pemukulan sedang dalam pengaruh minuman keras," tegas AKBP Roby.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 4 Tersangka Pengeroyokan Wisatawan Surabaya di Pantai Wedi Awu Malang

Akibat perbuatan 'sok jago' di bawah pengaruh alkohol tersebut, SS dan ASA kini harus mendekam di balik jeruji besi Polres Metro Jakarta Pusat. Keduanya dijerat dengan Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait kekerasan secara bersama-sama di muka umum, dengan ancaman hukuman penjara yang serius.

 

EDITOR: Kuswandi