JawaPos.com - Dalam satu tahun operasionalnya, layanan Transjabodetabek rute PIK 2 – Blok M (T31) telah melayani 1,4 Juta penumpang. Rute ini menjadi andalan baru bagi kaum komuter.
Sejak diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 22 Mei 2025, rute T31 menjelma jadi tulang punggung mobilitas lintas wilayah. Jalur ini menghubungkan kawasan hunian, pusat bisnis, hingga destinasi wisata populer di Jakarta dan sekitarnya.
Bukan angka yang main-main, jumlah pelanggan rute PIK 2 – Blok M (T31) selama satu tahun terakhir telah mencapai 1.409.872 pelanggan. Lonjakan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan masa awal peluncuran yang hanya melayani 112.344 pelanggan pada bulan pertama operasionalnya.
Mobilitas yang tinggi ini didominasi oleh pekerja kantoran yang berangkat pagi, mahasiswa lintas kota, hingga keluarga yang ingin menghabiskan akhir pekan di kawasan PIK maupun Blok M.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menuturkan, tingginya jumlah pelanggan menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang terkoneksi dan mudah diakses.
"Rute ini tidak hanya dimanfaatkan pekerja dan pelajar, tetapi juga wisatawan dan masyarakat yang ingin menikmati kawasan PIK maupun Blok M tanpa harus menghadapi kemacetan dan kerepotan mencari parkir. Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat, terutama pada akhir pekan dan hari libur, yang menunjukkan bahwa transportasi publik kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup warga," kata Ayu di Jakarta, Jumat (22/5).
Kehadiran bus Transjabodetabek ini dinilai sukses memberikan solusi praktis, aman, dan nyaman bagi warga yang ingin menjangkau pusat kuliner, hiburan, hingga pusat ekonomi tanpa pusing memikirkan biaya parkir.
Jadi Tren Baru Transportasi Daerah Penyangga
Tren positif beralih ke transportasi umum ternyata tidak hanya terjadi di rute PIK 2 – Blok M. Kesadaran warga di wilayah penyangga Jakarta untuk menggunakan bus umum makin meningkat tajam.
Pihak manajemen Transjakarta melihat fenomena ini sebagai sinyal kuat bahwa integrasi transportasi antara Jakarta dan kota-kota satelit di sekitarnya sudah berjalan di jalur yang tepat.
"Tidak hanya di rute PIK 2–Blok M (T31), antusiasme serupa juga terlihat pada berbagai layanan Transjabodetabek lainnya. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa masyarakat semakin terbuka untuk beralih ke transportasi publik sebagai solusi mobilitas sehari-hari. Transjakarta akan terus memperkuat layanan yang aman, nyaman, dan terintegrasi guna mempermudah perjalanan masyarakat dari daerah penyangga menuju Jakarta maupun sebaliknya," imbuh Ayu.