JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat mengamankan wilayah dari ancaman kriminalitas jalanan. Pada Jumat (22/5) dini hari, petugas menggelar razia besar-besaran di sejumlah titik rawan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Razia stasioner yang dimulai pukul 01.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Dr. Reynold E. P. Hutagalung. Hasilnya, polisi sukses menciduk sejumlah pelanggar yang kedapatan membawa narkoba hingga senjata tajam (sajam).
Hasil Razia Jakarta Pusat: Celurit hingga Sabu Disita
Petugas menyisir berbagai lokasi dan memeriksa pengendara motor yang mencurigakan, mulai dari yang tidak memakai helm, tanpa pelat nomor, hingga yang berboncengan tiga.
Di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Gambir, polisi mengamankan seorang pria berinisial HMG. Dari tangannya, petugas menyita paket diduga sabu, narkotika sintetis, alat hisap (bong), ponsel, dan satu unit sepeda motor.
Baca Juga: Korlantas Polri Resmi Luncurkan SIM Digital, Begini Wujud dan Penampakannya
Tak jauh dari lokasi tersebut, tepatnya di kawasan Banjir Kanal Barat, seorang pelajar berinisial DA juga harus berurusan dengan hukum karena kedapatan membawa sebilah celurit.
Ganja dan Tramadol Ditemukan di Bagasi Motor
Pergeseran operasi ke wilayah Menteng juga membuahkan hasil. Petugas mengamankan tiga botol minuman keras jenis arak Bali dari seorang pengendara.
Di lokasi yang sama, polisi menemukan dua paket ganja yang disembunyikan di dalam bagasi motor, serta 13 butir obat keras jenis tramadol dari pengendara lainnya. Selain barang bukti tersebut, sejumlah kendaraan tanpa surat-surat resmi dan tanpa pelat nomor turut diangkut ke markas Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Komitmen Tegas Kapolres Metro Jakarta Pusat
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E. P. Hutagalung menegaskan, razia ini adalah langkah preventif demi menekan angka kriminalitas jalanan dan memberikan rasa aman bagi warga ibu kota.
"Razia ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi untuk mencegah aksi kriminalitas jalanan, penyalahgunaan narkoba, kepemilikan senjata tajam serta gangguan kamtibmas lainnya di wilayah Jakarta Pusat," kata Reynold dalam keterangannya, Jumat (22/5).
Reynold memastikan patroli serupa akan terus digalakkan pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.
"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan maupun penyalahgunaan narkoba. Kegiatan patroli dan razia akan terus kami tingkatkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," terangnya.
Ia juga mengajak warga untuk ikut proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitarnya.
"Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan adanya gangguan kamtibmas dapat segera menghubungi Call Center Polisi 110 yang siap melayani selama 24 jam," imbuhnya.
Sebelum dilepas, para pengendara yang surat-suratnya lengkap dan tidak membawa barang berbahaya sempat diberikan imbauan humanis oleh petugas. Operasi ini resmi berakhir pukul 04.00 WIB dengan situasi wilayah Jakarta Pusat yang dipastikan aman dan kondusif.