← Beranda
Kampus Binus Kemanggisan Kebakaran Pagi Ini, Ruang Auditorium Lantai Atas Hangus, Begini Kondisinya Sekarang
Ryandi ZahdomoJumat, 22 Mei 2026 | 18.53 WIB
Damkar Jakarta Barat padamkan kebakaran di Auditorium Universitas Binus Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (22/5). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kebakaran melanda salah satu gedung di Kampus Binus Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (22/5) pagi. Kobaran api dilaporkan membakar area ruang auditorium yang terletak di lantai atas gedung kampus tersebut.

Petugas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran (Gulkarmat) Jakarta Barat langsung bergerak cepat ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah sebelum merembet ke area lain.

Kronologi dan Pengerahan Personel di Lokasi

Berdasarkan data penanganan, laporan kebakaran pertama kali diterima oleh petugas pada pagi hari. Sebagai respons cepat, belasan armada pemadam kebakaran langsung diluncurkan ke lokasi kejadian di Jalan Raya Kebon Jeruk.

Baca Juga: Fakta Unik Unai Emery: Selalu Juara Europa League dengan Tim Bernama Aston Villa

Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Syaiful Kahfi menjelaskan, personelnya sempat menghadapi tantangan visual saat pertama kali tiba di lokasi akibat kepulan asap yang sangat pekat.

"Untuk kejadian pukul 05.30 beritanya dari Satgas di Kebon Jeruk, 06.05 di gedung Binus kita luncurkan sebanyak 12 mobil," ujar Syaiful di lokasi, Jumat (22/5).

Syaiful menambahkan, armada yang dikerahkan membawa 12 mobil dengan 60 personel.

Titik Api di Ruang Auditorium Kampus

Baca Juga: Kemenkum Jatim Kukuhkan 46 Kepala Desa Banyuwangi sebagai Paralegal Bantuan Hukum

Petugas memastikan bahwa area yang terdampak langsung oleh insiden ini adalah fasilitas ruang pertemuan Auditorium. Beruntung, gerak cepat petugas berhasil mengisolasi pergerakan api.

"Ruang auditorium di lantai 5, seperti itu," kata Syaiful.

Saat ditanya mengenai kemungkinan api menjalar ke ruangan di sekitarnya, Syaiful menegaskan bahwa dampak kebakaran sejauh ini berhasil dilokalisir di satu titik saja.

"Enggak sih, sementara ini yang saya perhatikan di atas cuma di auditorium aja. Nanti teman-teman akan menyisir dari lantai per lantai gitu, seperti itu sih," jelasnya.

Kendala Asap Tebal dan Proses Overhaul

Baca Juga: Prediksi Ekuador di Piala Dunia 2026: Generasi Emas La Tricolor Siap Bikin Dunia Terkejut

Proses pemadaman membutuhkan alat bantu khusus karena pekatnya asap di dalam ruangan tertutup. Petugas harus mengenakan masker oksigen portabel untuk bisa merangsek masuk dan mencari sumber api.

"Belum, karena begitu kita sampai, kondisi gedung lantai 5 itu memang asapnya udah penuh, udah tebal. Jadi kita harus masuk menggunakan alat breathing apparatus baru kita lakukan pemadaman dan nyari titik-titik api gitu. Karena titik apinya agak sulit ditemukan gitu karena tertutup asap, seperti itu," ungkap Syaiful.

Meski demikian, situasi di lapangan dipastikan sudah terkendali sepenuhnya dan masuk dalam tahap penyisiran akhir. Petugas membongkar material peredam suara (glasswool) untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi.

"Kondisinya sudah mendekati aman gitu ya. Kalau dibilang ini karena masih ada bara-bara, gak gede sih, bara-bara doang. Terus sudah bongkar-bongkarin di glasswool-nya, sudah dibuka-bukain semua, dilihatin sampai ke lorong gitu sudah gak ada titik api yang besar. Mungkin juga masih ada sisa dari bara-bara dikit, kecil-kecil aja sih, gitu aja," tambahnya.

Baca Juga: Kia Tampilkan Filosofi Opposites United di Milan Design Week 2026, Boyong Deretan Konsep EV Futuristik

Syaiful juga memastikan tidak ada kendala berarti dalam operasi ini.

Dampak Aktivitas Perkuliahan dan Penyelidikan Polisi
Karena insiden terjadi pada waktu fajar, aktivitas akademik di dalam kampus belum dimulai, sehingga meminimalisir risiko adanya korban di dalam gedung auditorium.

"Karena kebakarannya jam 05.30 masih pagi gitu loh, masih belum jam kuliah. Tapi sudah mulai proses, mungkin sebentar lagi gak nyampe 30 menit juga kita sudah selesai pemadaman," kata Syaiful.

Setelah proses pemadaman total selesai, fokus penanganan akan beralih ke investigasi untuk mencari tahu pemicu utama kebakaran tersebut.

"Iya betul, dari pihak kepolisian juga sudah datang sih," katanya.

EDITOR: Bintang Pradewo