← Beranda
FJGS 2026 Manfaatkan Momentum Pelemahan Rupiah Tarik Wisman, Barang High-end Terasa Murah!
Ryandi ZahdomoJumat, 22 Mei 2026 | 04.31 WIB
Konferensi pers Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026. (ist)

 

JawaPos.com - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar kerap dianggap sebagai kabar buruk bagi ekonomi. Namun, dalam gelaran Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026, kondisi ini justru membawa berkah tersendiri, khususnya bagi wisatawan asing (wisman_ pemburu barang mewah (high-end).

Jakarta kini dinilai jauh lebih menarik dan murah sebagai destinasi belanja barang mewah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Mengapa momentum pelemahan Rupiah ini justru menjadi kesempatan emas?

Rupiah Melemah, Jakarta jadi Surga Belanja Barang Mewah

Lonjakan kurs mata uang asing seperti Dollar dan Yen memicu kenaikan harga barang di berbagai negara. Di Singapura, tingginya nilai mata uang mereka membuat harga barang melambung. 

Begitu pula di Malaysia, dimana harga-harga produk fashion dan apparel mulai merangkak naik.

Menariknya, situasi di Indonesia justru berbanding terbalik bagi para pelancong dan pembelanja yang memegang mata uang asing. Efek pelemahan Rupiah membuat harga barang bermerek di Jakarta menjadi relatif lebih murah, ketimbang harus ke luar negeri.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 sekaligus Ketua Dewan Penasihat APPBI DKI, Ellen Hidayat, mengungkapkan bahwa kelompok masyarakat kelas atas kini mulai mengincar produk-barang high-end di dalam negeri.

"Sekarang sudah orang-orang high-end itu sudah mengincar produk-produk yang high-end, dimana dikatakan harganya jauh lebih murah daripada Singapura kan tinggi sekali kursnya ya karena kurs. Kemudian Malaysia juga semua sudah naik. Indonesia ini kan kita memang agak tertekan, tetapi kesempatan yang baik ini digunakan untuk berbelanja," ujarnya.

Menurutnya, momentum ini harus bisa mendorong peningkatan wisatawan mancanegara (wisman). Dengan begitu, produsen dalam negeri, termasuk UMKM, dapat tetap tumbuh di tengah melemahnya nilai rupiah.

"Justru sekarang surga belanja menurut saya dari negara ASEAN ataupun South East Asia itu adalah Indonesia. Saya baru datang dari, ya saya tidak sebut tempatnya, ternyata untuk produk-produk yang namanya apparel itu mahal-mahal bener. Di sini kita sudah bisa mencari apapun yang kita mau," katanya.

Memanfaatkan Momentum Kurs di FJGS 2026

Kondisi eksternal ini menjadikan gelaran FJGS 2026 sebagai momentum yang sangat pas. Turis asing, termasuk dari Malaysia, diprediksi akan memanfaatkan situasi ini untuk memborong barang di Jakarta karena nilai tukar mereka yang lebih kuat.

Ellen menambahkan bahwa perbedaan kurs ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para konsumen sebelum momentumnya hilang. "Nah, sekarang tinggal mau mengambil kesempatan itu atau tidak, gitu aja. Jadi, Indonesia sekarang kalau orang dari Malaysia datang, sebenarnya dia akan dapat barang murah di Indonesia akibat kurs yang dari negara-negara di luar Indonesia dan pelemahan Rupiah ya," lanjut Ellen.

Target Transaksi Rp 16 Triliun dan Bertabur Hadiah Mewah

Ajang pesta diskon tahunan untuk menyambut HUT ke-499 Kota Jakarta ini akan berlangsung dari 10 Juni hingga 22 Juli 2026. Sebanyak 104 pusat perbelanjaan di bawah APPBI DPD DKI Jakarta dipastikan ikut berpartisipasi menghadirkan diskon agresif hingga 70 persen, program All Day Sale, hingga Midnight Sale.

Pihak panitia sangat optimistis perputaran uang selama FJGS 2026 mampu menembus angka Rp 16 triliun, naik dari capaian tahun lalu sebesar Rp 15,5 triliun. Menariknya, pengunjung yang berbelanja minimal Rp 50.000 menggunakan transaksi nontunai (Debit, Kredit, QRIS, E-Wallet) berkesempatan memenangkan hadiah utama berupa mobil listrik AION V Exclusive, perhiasan emas dan berlian, hingga voucher belanja ratusan juta rupiah melalui aplikasi E-Shoppercard.

Gelaran Festival Jakarta Great Sale 2026 dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Rabu, 10 Juni 2026 di Central Park Mall 2 (CP2).

EDITOR: Estu Suryowati