JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah serius mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah sampah di ibu kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memimpin langsung delegasi untuk 'berguru' ke Denmark, negara yang sukses menyulap sampah menjadi sumber energi listrik.
Pada Minggu (17/5) pagi waktu setempat, Wagub Rano Karno meninjau langsung Copen Hill, sebuah fasilitas pengolahan sampah modern dan ramah lingkungan yang ikonik di Kota Kopenhagen, Denmark.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah Jakarta yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Menyulap Sampah Menjadi Listrik Ratusan Ribu Rumah
Copen Hill bukan tempat pembuangan sampah biasa. Fasilitas ini menggunakan teknologi waste-to-energy yang sangat efisien.
Sampah-sampah yang masuk dibakar dalam suhu ekstrem hingga 1.000 derajat Celsius. Uap panas dari hasil pembakaran inilah yang kemudian menggerakkan turbin untuk menghasilkan pasokan listrik massal.
Hebatnya, energi yang dihasilkan dari gunungan sampah tersebut mampu menerangi dan menghangatkan sekitar 100.000 hingga 150.000 rumah tangga di Kopenhagen.
Setiap tahunnya, fasilitas yang beroperasi sejak 2017 ini sanggup melahap 440.000 hingga 610.000 ton sampah. Outputnya pun luar biasa, yakni menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas. Sementara untuk limbah makanan, Kopenhagen mengolahnya di tempat terpisah guna dijadikan biogas.
Kunci Sukses: Warga Wajib Milah Sampah 10 Kategori
Teknologi canggih tidak akan bekerja maksimal tanpa peran serta masyarakat. Pihak pengelola menegaskan bahwa fondasi utama kesuksesan Copen Hill berawal dari kedisiplinan warga di rumah mereka masing-masing.
"Kami menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori. Sampah makanan diproses di fasilitas berbeda, sedangkan sampah rumah tangga dipisahkan antara kaca, plastik, serta logam sebelum diolah menjadi energi," ungkap Flemming G. Nielsen dari Amager Resource Center, pengelola Copen Hill.
Tempat Sampah Estetik: Bisa Main Ski dan Nongkrong di Kafe
Satu hal yang membuat Wagub Rano Karno takjub adalah konsep Copen Hill yang sangat ramah publik. Alih-alih terkesan kotor dan bau, tempat ini justru menjadi destinasi wisata dan edukasi yang populer bagi warga lokal.
"Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal. Yang menarik, kawasan ini dirancang ramah bagi masyarakat, ada area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput. Jadi fasilitas lingkungan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang tertutup dan kumuh," ujarnya.
Tantangan untuk Jakarta: Mulai dari Rumah!
Melihat kesuksesan Denmark, Wagub Rano Karno optimistis Jakarta bisa meniru langkah tersebut. Namun, beliau kembali mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologinya, kesadaran warga dalam memilah sampah harian adalah penentu utama.
"Pemilahan sampah di hulu adalah kunci. Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi warga. Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Jakarta memiliki peluang besar untuk mengurangi persoalan sampah kota," ungkapnya.