JawaPos.com - DPRD DKI Jakarta mengapresiasi Program Magang Kerja yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta. Program itu sebagai langkah konkret pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan tenaga kerja muda di ibu kota.
Program tersebut mampu membuka peluang bagi para pencari kerja untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri. Melalui magang, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai budaya kerja dan kebutuhan dunia usaha saat ini.
DPRD menilai upaya itu penting untuk menekan angka pengangguran. Sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Jakarta.
DPRD DKI Jakarta berharap Program Magang Kerja terus diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan dan sektor usaha. Dengan begitu, semakin banyak generasi muda yang mendapatkan kesempatan meningkatkan kemampuan dan memperoleh akses pekerjaan yang lebih luas.
Baca Juga: Fresh Graduate Rasakan Manfaat Program Magang Nasional Inisiasi Prabowo
Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh mengatakan, program itu bertujuan memberikan pengalaman praktis bagi para lulusan sekolah menengah yang selama ini sering terkendala masalah penyerapan tenaga kerja.
Kegiatan Program Magang Kerja merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1152 Tahun 2026.
“Tentunya ini menjadi jawaban terkait lulusan SMA. Mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan bagaimana melatih kompetensinya. Dengan adanya program ini, menurut saya sangat baik sekali,” ucap Nova.
Program Pemagangan 2026 itu menargetkan 1.000 peserta untuk tahun anggaran ini dengan dibagi menjadi dua tahap. Tahap I pada bulan Mei, sekitar 700 peserta. Kemudian Tahap II pada bulan Oktober, 300 peserta tambahan.
Nova mengungkapkan, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp15 miliar untuk memfasilitasi 1.000 peserta tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Paket Ekonomi 2026, Program Magang Nasional Dilanjutkan
Anggaran tersebut merupakan hasil rancangan yang telah disiapkan sejak tahun lalu. Sedangkan lokasi penempatan meliputi BUMD (seperti PT Transjakarta), instansi pemerintahan, hingga sektor swasta.
Manfaat bagi peserta, selain mendapatkan pelatihan kompetensi langsung di lapangan, juga akan menerima uang saku selama periode magang.
“Program ini menjawab tantangan kita ke depan, bagaimana meningkatkan kemampuan dan keterampilan lulusan SMA melalui program magang kerja selama enam bulan,” tutur Nova.
Meskipun kuota terbatas, minat masyarakat ternyata sangat masif. Tercatat, sekitar 10.000 warga yang berminat mengikuti program serupa. Kondisi demikian menunjukkan tingginya kebutuhan akan wadah pengembangan diri.
Baca Juga: Kabar Gembira! Program Magang Nasional Batch III Resmi Dibuka, 37.510 lowongan Menanti
Nova juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh setelah masa pemagangan enam bulan berakhir. Hal itu bertujuan mengukur sejauh mana peningkatan kompetensi peserta.
“Jika hasil evaluasi menunjukkan efektivitas yang tinggi, DPRD DKI Jakarta membuka peluang untuk menambah kuota peserta pada tahun anggaran mendatang guna mengakomodasi lebih banyak pencari kerja,” pungkas Nova.