← Beranda
Gibran & Pramono Cek MRT Fase 2A: Target Operasional Harmoni Akhir 2027!
Ryandi ZahdomoSelasa, 12 Mei 2026 | 23.42 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau pembangunan Stasiun MRT Sawah Besar hingga Stasiun MRT Harmoni, Selasa (12/5). (Dok. Pemprov DKI untuk JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Proyek MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota terus dikebut. Terbaru, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung progres pembangunan dari Stasiun MRT Sawah Besar hingga Stasiun MRT Harmoni, Selasa (12/5).

Pembangunan transportasi massal ini dipastikan berjalan sesuai jadwal demi mempercepat konektivitas di jantung ibu kota.

Target Operasional dan Capaian Proyek
Hingga saat ini, pengerjaan fisik MRT Jakarta Fase 2A telah menunjukkan hasil signifikan. Gubernur Pramono Anung mengungkapkan bahwa kesiapan infrastruktur sudah melewati angka separuh jalan.

"Kami meninjau lokasi mulai dari Sawah Besar hingga Harmoni. Secara keseluruhan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 59 persen. Berdasarkan informasi dari Direktur Utama MRT Jakarta, proses commissioning akan dimulai pada pertengahan 2027, dengan target operasional hingga Harmoni paling lambat akhir 2027," ujar Gubernur Pramono, Selasa (12/5).

Baca Juga: Rupiah Ditutup Tergelincir ke Rp 17.529 per Dolar AS, Pasar Dibayangi Perang AS-Iran

Tak berhenti di sana, pembangunan akan terus berlanjut ke arah utara Jakarta. Jalur yang menuju kawasan Kota Tua diproyeksikan tuntas pada akhir 2029, sehingga total jalur sepanjang 22,2 kilometer bisa dinikmati warga secara penuh.

Tantangan Konstruksi dan Tenaga Lokal
Pembangunan fase ini memiliki tingkat kesulitan tinggi. Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar tercatat sebagai stasiun terdalam di Jakarta, dengan kedalaman mencapai 28 meter di bawah tanah.

Hebatnya lagi, proyek raksasa ini murni hasil keringat anak bangsa.
"Sebanyak 3.800 pekerja yang terlibat dalam proyek ini seluruhnya merupakan putra-putri Indonesia," tambah Pramono.

Selain Fase 2A, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan MRT rute Timur–Barat. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap pembebasan lahan dan penetapan trase.

"Jika seluruh proses berjalan lancar, segmen pertama ditargetkan beroperasi pada 2030," kata Gubernur Pramono.

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Transportasi Modern Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi solid antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Gibran menekankan pentingnya integrasi transportasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Ini merupakan proyek kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Secara keseluruhan, progres pembangunan telah mencapai sekitar 59 persen. Pada akhir 2027, jalur Bundaran HI–Monas akan tersambung dan mulai beroperasi, kemudian dilanjutkan hingga Stasiun Kota pada akhir 2029. Terima kasih kepada jajaran direksi, tim konstruksi, dan para pekerja yang telah bekerja siang dan malam sehingga pembangunan berjalan sesuai target," jelasnya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat OTP Ilegal, Omzetnya Capai Rp 1,2 Miliar

Gibran juga menyoroti kebijakan inovatif seperti pembebasan tarif bagi 15 golongan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

"Transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi, dan modern akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi. Yang terpenting adalah memastikan layanan ini aman dan nyaman bagi anak-anak, perempuan, ibu hamil, lansia, serta penyandang disabilitas," imbuh Wapres Gibran.

EDITOR: Sabik Aji Taufan