← Beranda
Cegah Penularan, Pasien Suspek Hantavirus di Jakarta Ditempatkan di Ruang Isolasi Khusus
Ryandi ZahdomoSelasa, 12 Mei 2026 | 00.30 WIB
Ilustrasi Hantavirus. (AI)

 

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta tengah memantau ketat temuan kasus Hantavirus di ibu kota. Hingga Mei 2026, tercatat satu pasien berstatus suspek masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi untuk memastikan diagnosis laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Ruspitawati menuturkan, sepanjang tahun 2026, Jakarta telah mendeteksi total empat kasus. Tiga pasien di antaranya telah dinyatakan sembuh total setelah sempat mengalami gejala ringan.

"Sepanjang 2026 sampai sekarang ini ada 4 kasus yang sudah kita temukan. Tiga orangnya sudah sembuh bergejala ringan, satu orangnya sekarang masih suspek," ujar Ani Ruspitawati saat memberikan keterangan kepada media.

Perawatan di Ruang Isolasi Khusus

Meskipun hasil laboratorium belum keluar, Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah preventif dengan menempatkan pasien suspek tersebut di ruang isolasi. Hal ini dilakukan sesuai standar penanganan penyakit menular guna mencegah risiko penyebaran lebih luas.

"Prinsipnya adalah isolasi untuk kehati-hatian sampai kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Kalau sakit, iya, di ruangan khusus, di ruangan isolasi karena kategorinya masuk ke penyakit menular," tegas Ani di DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5).

Bukan Bagian dari Klaster Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius

Munculnya kasus suspek di Jakarta sempat dikaitkan dengan wabah Hantavirus yang melanda kapal pesiar MV Hondius di Inggris baru-baru ini. Namun, Ani mengklarifikasi bahwa temuan di Jakarta merupakan kasus yang dimonitor secara rutin dan tidak memiliki kaitan dengan klaster internasional tersebut.

"Bukan, nggak. Bukan (klaster kapal pesiar). Itu kasus yang kita monitor sepanjang tahun," katanya.

Ani menjelaskan bahwa Hantavirus sebenarnya bukan virus baru (new emerging). Virus ini ditularkan melalui vektor tikus, baik melalui air liur, urine, kotoran, maupun debu yang terkontaminasi yang kemudian terhirup oleh manusia.

Cara Mencegah Penularan Hantavirus

Berbeda dengan varian Andes di Amerika Selatan yang bisa menular antarmanusia, Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejauh ini masih bersifat penularan dari hewan (tikus) ke manusia. Dinkes DKI mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan melalui pola hidup bersih.

Beberapa langkah antisipasi yang disarankan antara lain:

- Menjaga kebersihan lingkungan untuk meminimalkan keberadaan tikus.

- Menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) secara disiplin.

- Rutin mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.

- Gunakan masker dan alat pengaman jika berada di tempat yang kotor atau berisiko terdapat populasi tikus.

"Yang penting sebetulnya tidak perlu panik tapi waspada. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga pola hidup yang bersih, sehat," imbuh Ani.

EDITOR: Estu Suryowati