JawaPos.com–Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi melakukan evaluasi perdana terhadap pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Meski disambut antusiasme tinggi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan sinyal adanya penyesuaian jadwal demi kenyamanan warga yang beribadah.
Pelaksanaan hari pertama CFD di Jalan Rasuna Said pada Minggu (10/5) menjadi sorotan publik. Gubernur Pramono Anung mengungkap terdapat beberapa catatan penting untuk di evaluasi. Terutama tentangterkait akses tempat ibadah di kawasan tersebut.
Beberapa warga memberikan masukan terkait jam berakhirnya CFD. Hal ini karena kegiatan ibadah di kawasan Rasuna Said biasanya dimulai pada pukul 10.00 WIB, sehingga diperlukan akses jalan yang terbuka lebih awal.
Baca Juga: Pemprov DKI Mulai Olah 500 Ton Sampah Pasar secara Mandiri
”Antusiasme publiknya luar biasa. Hanya memang ada permintaan terutama dari tempat-tempat di Rasuna Said yang ada, mohon maaf, ibadahnya. Ibadahnya biasanya dimulai dari jam 10.00 WIB. Maka kami segera memutuskan untuk Rasuna Said, pelaksanaan Car Free Day tetap dimulai 5.30 WIB, tetapi untuk selesainya pasti akan lebih cepat dari itu,” ujar Pramono Anung di pasar Kramat Jati, Senin (11/5).
Perbedaan Jadwal dengan Sudirman-Thamrin
Penyesuaian jadwal ini kemungkinan besar akan membuat durasi CFD di Rasuna Said berbeda dengan kawasan Sudirman-Thamrin. Pemprov DKI saat ini tengah mengkaji jam selisih yang paling ideal agar kegiatan olahraga dan ibadah warga tetap bisa berjalan beriringan tanpa hambatan.
Pramono menegaskan, keputusan final mengenai jam operasional baru ini akan diumumkan dalam waktu dekat, sebelum memasuki bulan Juni.
”Tetapi untuk Sudirman-Thamrin kami akan mulai 5.30, selesai apakah jam 10.00 WIB atau 9.30 WIB nanti segera kami putuskan sebelum tanggal 1 Juni ini. Tetapi khusus untuk Rasuna Said tentunya saya mempertimbangkan masukan, saran dari masyarakat yang akan beribadah pada hari itu. Dan pasti nanti berbeda dengan di Sudirman-Thamrin,” tambah Pramono.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendengarkan aspirasi warga sekaligus memastikan fasilitas publik seperti CFD tetap inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta.