JawaPos.com - Rutan Kelas I Jakarta Pusat atau Rutan Salemba baru saja menggelar inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di blok hunian warga binaan pada Jumat (8/5). Langkah ini merupakan Instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) RI Agus Andrianto dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi dalam ikrar pemasyarakatan bersih dari anti handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar).
Dalam operasi gabungan yang melibatkan aparat TNI dan Polri ini, petugas menyisir setiap sudut sel dengan teliti. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang terlarang yang disembunyikan oleh para narapidana.
Temuan Pisau Rakitan dari Sikat Gigi
Meski fokus utama adalah narkoba dan alat komunikasi, petugas justru menemukan benda berbahaya di dalam blok hunian. Petugas menyita "sikim" atau pisau buatan yang dirakit oleh para narapidana menggunakan gagang sikat gigi yang ditajamkan.
Penemuan ini menjadi bukti bahwa pengawasan ketat memang harus dilakukan secara rutin demi mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di dalam rutan.
Hasil Tes Urine Acak Warga Binaan
Tak berhenti di penggeledahan fisik, tim medis Rutan Salemba langsung melakukan tes urine di lokasi secara acak. Sebanyak 30 warga binaan dipilih secara mendadak untuk memberikan sampel urine guna mendeteksi adanya kandungan narkotika.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremonial saja, melainkan bentuk kewaspadaan dan pencegahan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban," ujar Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, Jumat (8/5).
Setelah dilakukan pemeriksaan cepat, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif. Meskipun bersih dari narkoba, pihak rutan menegaskan tidak akan melonggarkan pengawasan sedikit pun.
Cegah Penyelundupan Narkotika
Setiap pengunjung kini wajib mengganti alas kaki dengan sandal khusus yang telah disediakan petugas sebelum masuk ke area hunian.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Pasalnya, modus menyembunyikan narkoba hingga HP di dalam sol sepatu atau sandal pribadi masih menjadi ancaman nyata.
"Kami untuk narkoba, kami tentunya meningkatkan pengetatan, penggeledahan badan dan barang dari tamu, pengunjung, maupun dari petugas. Dan kami juga sudah membuat regulasi, contohnya bagi pengunjung kami siapkan sandal khusus untuk pengunjung," katanya.
Selain pengetatan manual, Rutan Salemba mulai mengandalkan optimalisasi teknologi. Penggunaan mesin X-ray dan body scanner telah dioperasikan secara penuh untuk memeriksa barang bawaan. Tujuannya agar pencegahan masuknya narkoba dan barang terlarang lainnya bisa dilakukan secara lebih presisi dan maksimal.
Untuk memberantas penggunaan HP ilegal, Rutan Jakarta Pusat menggandeng pihak ketiga, PT SDN, untuk menyediakan Warung Telekomunikasi (Wartel) di setiap blok hunian. Fasilitas ini diberikan agar warga binaan tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga secara legal dan terpantau.