← Beranda
Tambang Belum Dibuka Tapi Truk FAW Kembali Telan Korban di Parung Panjang, Netizen: Tutup Permanen KDM!
Abdul RahmanSabtu, 9 Mei 2026 | 06.10 WIB
Kondisi Muhammad Rafi, warga Griya, Desa Kabasiran, Parung Panjang, usai dilindas truk FAW. (Facebook: Parung Panjang Society)

 

JawaPos.com - Kecelakaan antara truk FAW dengan kendaraan roda dua kembali terjadi di wilayah Parung Panjang dan menewaskan satu orang laki-laki bernama Muhammad Rafi, warga Griya, Desa Kabasiran, Parung Panjang. Kejadian tersebut terjadi tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Kabar kecelakaan yang menimpa Muhammad Rafi dilindas truk FAW diunggah oleh salah satu akun pengguna Facebook di grup Parung Panjang Society.

Akibat kecelakaan tersebut, tulang salah satu paha Muhammad Rafi terlihat patah. Alhasil, Rafi pun tidak berdaya pasca kecelakaan yang dialaminya tersebut.

"Di TKP korban masih sadar, ketika dievakuasi ditandu tangan korban sempat bergerak. Karena luka yang cukup parah akhirnya korban menghembuskan napas terakhir di RSUD Tangerang. Semoga almarhum dilapangkan kuburnya," demikian unggahan akun tersebut.

Baca Juga: Ersya Aurelia Alami Pelecehan Seksual Sejak Usia 9 Tahun di Lokasi Syuting

Netizen geram truk FAW kembali menelan korban jiwa di Parung Panjang. Padahal, Gubernur Dedi Mulyadi atau KDM dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku pemegang izin tambang belum membuka kembali aktivitas pertambangan untuk wilayah Rumpin, Cigudeg, dan Parung Panjang.

"Truk makin berulah, makin berani setelah demo kemarin, tutup permanen Pak KDM," komentar salah satu netizen.

"Tahu kan kenapa tambang harus ditutup permanen? Mau dijelasin apaIagi ini sudah ada bukti di depan mata," timpal yang lainnya.

Netizen lainnya berharap Bupati Bogor Rudy Susmanto yang dinilai pro tambang melihat kejadian ini dengan mata hati supaya tidak menggampangkan penderitaan masyarakat selama puluhan tahun di wilayah Bogor Barat.

"Bupati Bogor harus tahu ini," komentar salah satu warganet.

Baca Juga: Ahmad Dhani Sering Di-bully, El Rumi: Kayaknya Ayah Menikmati

"Rudy Susmanto sebaiknya berkantor di Parung Panjang biar tahu situasinya," timpal yang lainnya.

"Seharusnya pemerintah sadar, mobil-mobil gede harus ada jam operasionalnya demi keamanan dan kenyamanan warga pengguna jalan."

EDITOR: Abdul Rahman